-->

Seorang Pastor Katolik di Kamerun Diculik Kelompok Separatis

Editor: iKatolik.net author photo

Seorang Pastor Katolik di Kamerun Diculik Kelompok Separatis

ikatolik.net
- Kelompok separatis Kamrun dilaporkan menculik vikaris jenderal sebuah keuskupan Katolik di Wilayah Barat Daya negara tersebut beberapa hari yang lalu.

Melansir kantor berita ACI Africa, Pastor Julius Agbortoko diculik pada Minggu, 29 Agustus lalu dan diumumkan secara resmi oleh keuskupan setempat keesokan harinya.

"Dengan sangat berat hati saya ingin memberitahukan kepada Anda bahwa romo vikjen telah diculik oleh diduga kelompok separatis" ujar seorang perwakilan dari Keuskupan Mamfe, Sebastine Sinju.

Berdasarkan keterangan Sinju, pada saat kejadian pastor malang itu telah melakukan sebuah perjalanan ke salah satu desa bernama Kokobuma untuk kunjungan pastoral dan peresmian paroki setempat.

Beberapa saat setelah tiba dikediamannya sekitar jam enam sore, beberapa orang pemuda yang diduga bagian dari kelompok separatis merengsek masuk ke kediaman Uskup Lysinge yang berusa 82 tahun.

“Di sana, mereka tidak jadi menculik Mgr. Lysinge yang sudah berusia 82 tahun tetapi memilih membawa Pastor Julius yang pada saat itu berada di tempat yang sama" terangnya.

Berdasarkan hasil keterangan seorang anak yang dibebaskan kelompok separatis tersebut, keuskupan diminta membayar tebus lebih dari 20 juta franc CFA atau sekitar 36.000 dolar AS.

“Saya meminta Anda semua untuk berdoa dan memohon bantuan Tuhan keselamatan dan pembebasannya ke tengah-tengah kita,” katanya.

Kelompok Separatis

Kelompok Separatis telah beroperasi di wilayah berbahasa Inggris di Kamerun - Barat Daya dan Barat Laut - sejak 2016, ketika wilayah Anglophone jatuh ke dalam krisis setelah konflik sebelumnya.

Separatis bersenjata menyatakan bahwa mereka mendirikan Republik Federal Ambazonia, sebuah negara merdeka yang terdiri dari Wilayah Barat Daya dan Barat Laut. Mereka telah melakukan penculikan dan penyerangan saat melawan pasukan pemerintah.

Separatis menculik imam lain dari keuskupan Mamfe pada bulan Mei lalu. Pastor Christopher Eboka dibebaskan setelah 10 hari ditahan.

Pada November tahun lalu, para pejuang juga menangkap Kardinal Christian Tumi, namun membebaskannya sehari kemudian.

Dua belas orang lainnya, termasuk Fon Sehm Mbinglo II, kepala adat suku Nso, diculik bersama kardinal, yang meninggal pada April tahun ini.

Separatis juga menculik Uskup Agung Cornelius Fontem Esua, uskup agung Bamenda yang sekarang sudah pensiun, pada Juni 2019 dan Uskup George Nkuo dari Kumbo pada Agustus 2019.

Dalam pernyataannya pada 30 Agustus, Pastor Sinju menyesali serangan terhadap Gereja Katolik dan menyerukan diakhirinya konflik.

“Saya menggunakan kesempatan ini untuk mengutuk serangan yang tampaknya tak henti-hentinya terhadap Gereja pada umumnya dan terhadap Mamfe pada khususnya,” katanya.

“Bisakah para pemangku kepentingan dari konflik bersenjata yang sedang berlangsung dengan baik hati melepaskan Gereja, demi Tuhan. Semoga Maria, Bunda Para Imam dan Ratu Damai, menjadi perantara bagi kita,” tutupnya.

Share:
Komentar

Berita Terkini