-->

Diserang Bandit Bersenjata, Begini Kondisi Pater Alex Menurut Dubes RI di Madagaskar

Editor: iKatolik.net author photo

Diserang Bandit Bersenjata, Begini Kondisi Pater Alex Menurut Dubes RI di Madagaskar

ikatolik.net
- Pasca diserang bandit bersenjata yang menyebabkan Pastor Alex Dhae, misionaris asal Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) terluka cukup parah, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Madagaskar di Antananarivo turun tangan.

Menurut keterangan Benny Y.P Siahaan, kejadian naas yang terjadi pada Minggu (12/9/2021) lalu tersebut sampai kepada kedutaan RI setempat usai mendapat kabar dari rekan imam Pastor Alex.

“Kita dapat telepon dari rekan-rekan Romo Alex Dhae dari paroki di daerah Mananjary, sekitar sejam dari Antananarivo. Dia (Romo Alex) mendapat musibah perampokan dengan kekerasan,” ujar Duta Besar Republik Indonesia untuk Madagaskar, Benny Y.P Siahaan, sebagaimana ditulis Medcom.id, Selasa 14 September 2021.

Baca Juga: Sedih, Dua Orang Imam Asal Indonesia di Madagaskar Diserang Bandit Bersenjata

Menurut Dubes Benny, korban berada di kompleks paroki ketika perampokan berlangsung. Di paroki itu ada dua rumah, dia dengan rekannya yang juga pastor dari Madagaskar.

“(Dia) menderita luka-luka dan mendapatkan beberapa jahitan. Tapi yang saya dapat info dari Romo Benediktus (rekan Pastor Alex), dia bisa pulang ke rumah dan sudah dirawat di paroki oleh suster-suster,” imbuh Dubes Benny.

“Kita berencana akan memberikan bantuan, besok (Rabu 15 September waktu setempat). Kita akan ke sana untuk kasih bantuan obat-obatan sama alat komunikasi. Ini permintaan Romo Alex, karena pelaku pencurian mengambil selain uang juga hp,” ujar mantan Konsul Jenderal RI di New York itu.

Belum ada rencana pemulangan untuk Pastor Alex ke Indonesia, karena masih dirawat.

Baca Juga: Tewas Ditembak, Jenazah Pastor Regalado Ditemukan Tergeletak di Jalan

Sementara kasus perampokan ini baru rampung dilaporkan kepada polisi setempat pada Senin 12 September.

“Diduga, pelaku perampokan terhadap Romo Alex berjumlah tiga orang. Tetapi ini masih tergantung (penyelidikan) polisi setempat,” ungkapnya.

KBRI di Antananarivo pun saat ini sangat memperhatikan kondisi keamanan di Madagaskar. Akibat pandemi covid-19 kondisi ekonomi di Madagaskar makin parah, mengingat pariwisata yang menjadi andalan negara itu tidak berjalan.

Akibat kondisi itu, banyak orang menjadi pengangguran. Pengangguran diperkirakan menjadi pemicu tindak kriminal di negara itu.

Share:
Komentar

Berita Terkini