-->

Berkunjung ke Hongaria, Paus Bicara Soal Imigran

Editor: iKatolik.net author photo

Berkunjung ke Hongaria, Paus Bicara Soal Imigran

ikatolik.net
- Paus Fransiskus menyerukan kewaspadaan terhadap peningkatan anti-Semitisme, dengan mengatakan bahwa "sumbu (pemantik konflik) tidak boleh dibiarkan terbakar." 

Pernyataan tersebut menegaskan perbedaan pandangan politiknya dengan Perdana Menteri Hongaria yang nasionalis dan anti-imigran Viktor Orban.

Hal itu disampaikan Paus setelah tiba di Hongaria pada Minggu (11/9/2021) pagi untuk kunjungan singkat yang luar biasa. 

Lebih dari setengah juta orang Yahudi Hongaria terbunuh dalam Holocaust, yang menghancurkan budaya yang dulu hidup di negeri itu. 

Saat ini, ada sekitar 75.000 hingga 100.000 orang Yahudi di Hongaria, jumlah terbesar di Eropa tengah, menurut Kongres Yahudi Dunia, dengan sebagian besar berada di Budapest. 

"Saya pikir ancaman anti-Semitisme masih mengintai di Eropa dan di tempat lain," kata paus dalam pertemuan ekumenis di Budapest dengan para pemimpin agama Kristen dan Yahudi lainnya.

"Ini adalah sumbu yang tidak boleh dibiarkan menyala. Dan cara terbaik untuk meredakannya adalah dengan bekerja sama, positif, dan mempererat persaudaraan," katanya melansir Reuters.

Sebuah survei oleh lembaga think tank Median yang ditugaskan oleh Mazsihisz, Federasi Komunitas Yahudi Hongaria, menemukan satu dari lima orang Hongaria sangat anti-Semit, sementara 16 persen lainnya disebut sebagai anti-Semit moderat. 

Survei, yang diterbitkan pada Juli dan diambil selama 2019-2020, mengatakan ada lebih sedikit tindakan anti-Semit seperti vandalisme dan serangan fisik di Hongaria dibandingkan dengan negara-negara Eropa lainnya. 

Dalam pidatonya, paus mengingatkan kembali citra Jembatan Rantai Budapest yang terkenal di atas Sungai Danube, yang menghubungkan dua bagian ibu kota Hongaria, Buda dan Pest. 

"Setiap kali kami tergoda untuk menyerap hal baru, kita meruntuhkan (yang lama) alih-alih membangun. Atau ketika kita mencoba memarjinalkan orang lain alih-alih menyertakan mereka," kata paus. 

"Kita harus waspada dan berdoa agar hal itu tidak terjadi lagi."

Dia mengatakan para pemimpin Kristen harus berkomitmen pada apa yang dia sebut sebagai pendidikan dalam persaudaraan untuk melawan ledakan kebencian. 

Orban, yang berkuasa sejak 2010, telah menyuarakan keprihatinan di komunitas Yahudi Hongaria ketika beberapa tahun lalu ia menggunakan gambar pemodal AS George Soros, yang adalah Yahudi, dalam kampanye papan iklan anti-imigrasi. 

Pada Mei, Orban mengatakan kepada wartawan bahwa tuduhan anti-Semitisme terhadapnya adalah "konyol". 

Adapun menurutnya Hongaria adalah "negara yang lebih dari adil dan benar dalam hal itu." Orban juga mengatakan orang Yahudi harus merasa aman di bawah pemerintahannya dan bahwa Hongaria akan menunjukkan "toleransi nol" untuk anti-Semitisme.

Share:
Komentar

Berita Terkini