-->

Sedih, Dua Orang Suster Tewas dalam Serangan Brutal di Sudan

Editor: iKatolik.net author photo

Sedih, Dua Orang Suster Tewas dalam Serangan Brutal di Sudan

ikatolik.net
- Paus Fransiskus menyampaikan belasungkawa setelah dua orang biarawati Katolik tewas dalam serang mematikan di Sudan Selatan beberapa hari lalu.

Dalam keterangan tertulis yang dimuat Kantor Berita ACI Africa, Bapa Suci mengaku sangat sedih dan mendoakan semua korban serangan terutama keluarga yang ditinggalkan termasuk kongregasi Suster Hati Kudus Yesus.

Sekretaris Negara Kardinal Pietro Parolin, Bapa Suci juga mendorong agar adanya upaya dialog dan peningkatan keamanan kawasan di wilayah tersebut agar perdamaian tetap terjaga.

Serangan Mematikan

Sebelumnya, sebuah serangan yang terjadi di sepanjang jalan raya di Sudan Selatan pada Senin (16/8/2021) mengakibatkan lima orang tewas termasuk Suster Mary Daniel Abud dan Suster Regina Roba.

Keduanya termasuk di antara tujuh suster Katolik yang bepergian dengan bus ke Juba, ibu kota Sudan Selatan, dari Paroki Assumption of Our Lady di kota Nimule, sekitar 120 mil ke selatan.

Sehari sebelumnya, para biarawati itu berada di Kota Nimule untuk merayakan peringatan 100 tahun paroki yang menjadi tempat berdirinya ordo religius para suster yang terbunuh.

Dibunuh Secara Brutal

Dalam sebuah email kepada ACI Afrika, Sr. Christine John Amaa yang mewakili biara menerangkan bahwa para suster yang meninggal itu dibunuh dengan darah dingin.

Ada tujuh orang suster lainnya dalam rombongan yang mencoba melarikan diri dari tempat kejadian dan bersembunyi di semak-semak sekitar jalan penghubung Sudan Selatan dan Uganda tersebut.

Dalam email lain, Sr. Bakhita K. Francis mengatakan bahwa para penyerang mengikuti para suster ke semak-semak dan menembak punggung Sr. Regina saat dia berlari dan Sr. Antonietta berhasil melarikan diri. 

"Sr. Regina ditemukan hidup tetapi meninggal di rumah sakit di Juba. Sementara Sr. Mary Daniel Abud dan seorang pengemudi meninggal seketika karena tembakan" ungkapnya.

Korban Lain

Eye Radio melaporkan bahwa selain dua orang biarawati, seorang sopir laki-laki dan seorang laki-laki lain tewas dalam serangan itu. 

"Seorang pria yang mengendarai ojek Boda Boda juga tewas setelah dia ditabrak truk yang melaju kencang yang melarikan diri dari serangan itu," bunyi isi laporan tersebut.

Keuskupan Agung Juba sedang mengamati penutupan empat hari sekolah, universitas, dan seminari Katolik pada 17-20 Agustus sebagai duka atas kematian kedua biarawati itu.

Keuskupan agung juga merayakan Misa setiap hari untuk para suster yang terbunuh, yang keduanya berasal dari Sudan Selatan.

Sr. Abud adalah Pemimpin Umum Kongregasi Suster Hati Kudus Yesus dari tahun 2006-2018. Pada saat kematiannya, dia adalah kepala sekolah di sekolah Usratuna di Juba.

Sr. Roba adalah seorang tutor dan administrator di Catholic Health Training Institute di Keuskupan Wau, Sudan Selatan.

Tanggapan Presiden

Dalam sebuah pernyataan, Presiden Sudan Selatan Salva Kiir Mayardit mengatakan serangan kekerasan dan kematian lima orang adalah tindakan teror yang tidak dapat diterima.

“Fakta bahwa Suster Mary Abud dan Regina Roba datang dari perayaan tonggak penting Kekristenan di negara kita: perayaan seratus tahun Paroki Loa penting bagi para penjahat ini,” kata Kiir.

Presiden Kiir juga menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya para suster Katolik kepada komunitas Katolik setempat.

“Sementara kita berduka untuk yang meninggal, mari kita sama-sama berdoa agar Tuhan memberi kita kekuatan yang kita butuhkan untuk mengatasi pengalaman traumatis ini,” katanya.

“Mari kita juga berdoa agar kepemimpinan Gereja tetap kuat meskipun mengalami pengalaman mengejutkan dari tragedi ini” lanjutnya.*

Share:
Komentar

Berita Terkini