-->

Dibantu Pastor Paroki, Atlet Guetamala Lolos ke Semi Final Badminton Olimpiade Tokyo

Editor: iKatolik.net author photo

Dibantu Pastor Paroki, Atlet Guetamala Lolos Semi Final Badminton Olimpiade Tokyo
Foto: today

ikatolik.net
- Para pencinta bulu tangkis kini terpukau dengan pencapaian atlet asal Guetemala, yakni Kevin Cordon di Olimpiade Tokyo 2020. 

Pasalnya Cordon yang bukan siapa-siapa di cabang olahraga (cabor) bulu tangkis, kini suskses mencapai semifinal tunggal putra.

Bagi Guetemala, apa yang dilakukan Cordon telah mencetak sejarah untuk dunia bulu tangkis negara tersebut. Sebab tak pernah ada atlet bulu tangkis Guetemala yang pernah menjajaki semifinal bulu tangkis di Olimpiade.

Baca Juga: Positif Covid-19, Begini Kondisi Kesehatan Uskup Siprianus Hormat

Bahkan kini Cordon berpeluang menyumbangkan medali untuk Guetemala di pesta olahraga empat tahunan tersebut. Tentu apa yang dilakukan Cordon sangatlah luar biasa, apalagi jika mengetahui perjuangannya untuk bisa menembus semifinal tunggal putra tersebut.

Menurut laporan dari Aleteia, Cordon mempersiapkan diri menghadapi Olimpiade Tokyo 2020 dengan berlatih di aula gereja yang berada di La Union, Zacapa, Guetemala. Ia melakukan latihan di aula gereja tersebut sejak Agustus 2020.

Cordon berlatih di aula gereja bukan karena Guetemala tak memiliki fasilitas lapangan bulu tangkis. Hanya saja, karena pandemi virus corona, lapangan bulu tangkis yang berada di pusat olahraga di kota Zacapa yang biasa dijadikannya tempat berlatih dialihfungsikan menjadi pusat kesehatan untuk merawat pasien virus Covid-19.

Baca Juga: Paus Fransiskus Berduka, Kardinal Tertua Gereja Katolik Meninggal Dunia

Pada saat itu, Cordon pun mencoba mencari cara untuk berlatih karena ia ingin siap saat menghadapi Olimpiade Tokyo 2020. Singkat cerita, ia pun menemukan aula gereja di area tempat tinggalnya bisa dijadikan lapangan untuk berlatih.

Cordon lantas meminta izin kepada pastor gereja tersebut dan juga walikota serta pihak kepolistian di area tempat tinggalnya. Pihak gereja dan pemerintah setempat pun membolehkan Gordon berlatih, malahan mereka membantu atlet berusia 34 tahun itu mengubah aula gereja menjadi seperti lapangan bulu tangkis.

“Suatu hari saya pergi untuk melihat aula gereja untuk melihat bagaimana ketinggian, cahaya, dan ruangnya. Ini memiliki ukuran yang sama dari lapangan biasanya. Jadi, saya menelepon Bapa dan menjelaskan bahwa saya tidak bisa kehilangan ritme permainan karena tidak diketahui kapan turnamen akan dimulai,” cerita Cordon, seperti yang dilaporkan ESPN, Minggu (1/8/2021).

“Dia (Pastor) tidak menghalangi saya, dia hanya mengatakan kepada saya untuk mendukung dengan memberikan pencahayaan dan segala hal yang dibutuhkan. Kemudian saya berbicara dengan walikota dan polisi dan mereka memberi saya lampu hijau,” tambahnya.

Baca Juga: Masuk RS, Kardinal Sarah Berhasil Dioperasi dengan Bantuan Robot

“Mereka memberikan saya lapangan (mengubah aula seperti lapangan) dan hal-hal yang perlu saya latih. Ada beberapa alat lapangan yang dapat dipindahkan oleh Federasi, tanpa menghapus yang ada di sana. Jadi semua perlengkapan berasal dari ibu kota sedangkan, di gereja kami kurang lebih memasang penerangan dan menutup saluran masuk udara. Sebisa mungkin kita adaptasikan karena dipantau oleh federasi,” lanjut Cordon.

Dengan segala perjuangannya itu, kini Cordon telah mencapai semifinal dan melawan tunggal putra peringkat dua dunia, yakni Viktor Axelsen (Denmark).

Dalam pertandingan pada Minggu (1/8/2021) pukul 11.00 WIB itu, Gordon kalah 2-0 dan berpeluang merebut medali perunggu dengan perwakilan Indonesia yang sedang bertarung melawan China di Olimpiade Tokyo. 

Share:
Komentar

Berita Terkini