-->

Banjir di Ende: Satu Tewas, Gereja dan Sekolah Rusak Parah

Editor: iKatolik.net author photo

Banjir di Ende: Satu Tewas, Gereja dan Sekolah Rusak Parah
Foto: kompas.com

ikatolik.net
- Banjir bandang disertai longsor yang terjadi di Kecamatan Lio Timur, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Minggu (1/8) memakan korban jiwa.

Berdasarkan keterangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ende menyebutkan bahwa proses evakuasi terhadap korban terdampak masih terus dilakukan.

Menurut keterangan Camat Lio Timur, Arnold Ngey melansir kompas.com menyebutkan bahwa ada seorang korban jiwa atas nama Martina Toha (58) asal Desa Nualima yang ditemukan aparat setempat.

Martina ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa usai terseret banjir. Bersamaan dengan itu, peristiwa banjir tersebut juga menyebabkan rusaknya dua unit rumah di Kelurahan Watunesa dan bangunan gereja di Wolosambi.

Baca Juga: Tidak Percaya Covid-19, Puluhan Pendeta dan Jemaat di Papua Bakar Masker

Tembok gereja di Stasi Wolosambi, Kecamatan Lio Timur menurut Arnold jebol dan harus diperbaiki. Jalan kabupaten yang menghubungkan Desa Watuneso ibu kota Kecamatan Lio Timur menuju Desa Detupera putus total. Beberapa sungai di wilayah itu juga meluap. 

“Saat ini kami sedang menuju lokasi kejadian untuk meninjau langsung dan melakukan upaya evakuasi korban,” ungkap Yulianus, Kepala Bidang Darurat dan Logistik BPBD Kabupaten Ende.

Lokasi Longsor

Titik longsoran diketahui berada di Desa Koanara dan Desa Detune. Berdasarkan laporan BNPB, kejadian tanah longsor tersebut menyebabkan kerugian material berupa kerusakan dua unit rumah rusak berat, satu rusak sedang dan satu sekolah. 

Sebanyak tiga ruang kelas di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 7 Ende rusak berat tertimpa longsor. Material longsor juga melanda lahan pertanian dan saluran air. 

Para warga terdampak longsor disebut telah mengungsi ke rumah kerabat keluarga. Bantuan logistik telah disalurkan kepada korban. 

Baca Juga: 9 Gereja Dibongkar Paksa, Umat Kristen di Aceh Singkil Tuntut Keadilan

"Kami juga telah memberikan bantuan logistik, seperti beras, minyak, susu, tikar dan paket tempat makan kepada warga terdampak,” ujar dia. 

Bupati Kabupaten Ende Bersama dengan satuan tugas (satgas) gabungan akan melakukan peninjauan lokasi terdampak tanah longsor serta kaji cepat hari ini.

BPBD juga membangun tenda pleton di SMK 7 Ende untuk mengantisipasi apabila kegiatan belajar mengajar diizinkan oleh pemerintah daerah setempat. 

Saat ini, pantauan prakiraan cuaca yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) di Kabupaten Ende pada 3 hingga 4 Agustus 2021 berawan dan cerah berawan. 

Bahaya longsor dan banjir

Berdasarkan analisis inaRISK, Kabupaten Ende memiliki potensi bahaya tanah longsor dan banjir dengan tingkat sedang hingga tinggi yang berdampak, dengan rincian 20 kecamatan berpotensi bahaya tanah longsor dan delapan berpotensi banjir.

BNPB mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah berpotensi banjir dan tanah longsor dapat meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan. 

Misalnya dengan membersihkan saluran atau daerah resapan air dan melakukan penanaman atau penghijauan lahan dengan berbagai tanaman vegetasi. 

Masyarakat dan perangkat daerah setempat dapat membuat rencana evakuasi serta sistem peringatan dini sederhana, sebagai langkah mitigasi dan pencegahan dalam menghadapi dampak potensi bahaya banjir dan tanah longsor. (kompas)

Share:
Komentar

Berita Terkini