-->

Afghanistan Dikuasai Taliban, Gereja Khawatirkan Keselamatan Umat Kristiani

Editor: iKatolik.net author photo

Afghanistan Dikuasai Taliban, Gereja Khawatirkan Keselamatan Umat Kristiani
Foto: detik.com

ikatolik.net
- Sebuah organisasi amal Katolik yang bekerja di Afghanistan bernama Caritas Italiana, menyampaikan kekhawatirannya terhadap keselamatan orang-orang Kristen di negara itu.

Kekhwatiran ini cukup masuk akal mengingat ketidakstabilan pasca kembalinya Taliban usai perang selama dua dekade meningkat cukup tajam.

Caritas Italiana, sebuah badan amal para uskup Katolik Italia, telah hadir di Afghanistan sejak tahun 1990-an. 

Dalam siaran pers mereka beberapa waktu lalu, organisasi itu mengatakan fokusnya saat ini di Afghanistan adalah membantu anak di bawah umur yang rentan.

Caritas Italiana juga mengatakan beberapa imam Katolik dan religius di Afghanistan juga tidak punya pilihan selain pergi.

Taliban Mengambil Alih Negara

Gerilyawan Taliban telah mengambil alih banyak kota di Afghanistan dalam seminggu terakhir setelah penarikan pasukan AS dari negara itu.

Dengan runtuhnya pemerintah Afghanistan, pejuang Taliban merebut ibu kota Kabul pada 15 Agustus, mengambil alih istana kepresidenan dan menyatakan perang di Afghanistan telah berakhir.

Bandara Kabul dilaporkan dalam kekacauan sejak Minggu, ketika pria dan wanita Afghanistan bergegas ke landasan pacu dalam upaya untuk melarikan diri dari negara itu.

Komunitas Kristen sangat kecil di negara Islam, di mana orang Afghanistan dapat dikucilkan atau bahkan dapat menghadapi kekerasan dan kematian karena memeluk agama Kristen. Pada 2018, diperkirakan ada 200 umat Katolik di negara itu.

Ada satu Gereja Katolik, yang terletak di kedutaan Italia di Kabul, yang dioperasikan di bawah misi Katolik sui juris Afghanistan.

“Komunitas Kristen adalah komunitas kecil tapi signifikan yang dalam beberapa tahun terakhir telah menunjukkan perhatian terhadap yang termiskin dan paling rapuh,” kata Caritas Italiana.

Doa Paus Fransiskus

Menanggapi peristiwa tersebut, Paus Fransiskus meminta doa bagi orang-orang Afghanistan usai menjalankan doa Angelus pada Minggu (15/8/2021) lalu.

“Saya meminta Anda semua untuk berdoa bersama saya kepada Tuhan agar pertikaian bersenjata berhenti dan solusi dapat ditemukan di meja dialog,” katanya. 

“Hanya dengan demikian penduduk yang babak belur di negara itu – pria, wanita, orang tua dan anak-anak – kembali ke rumah mereka sendiri, dan hidup dalam kedamaian dan keamanan, dengan saling menghormati sepenuhnya.” lanjut Bapa Suci.

Caritas Italiana mengatakan sedang menilai situasi pengungsi Afghanistan di Pakistan di perbatasan Afghanistan.

“Pada jam-jam ini, semakin banyak pengungsi yang melarikan diri dari zona perang, meningkatkan tekanan ke arah negara-negara sekitarnya,” katanya. 

“Bahkan negara-negara Barat akan mendapati diri mereka menghadapi tekanan yang meningkat dari orang-orang yang melarikan diri dari negara ini” lanjutnya.

Share:
Komentar

Berita Terkini