-->

Uskup Mandagi Kecam Oknum TNI AU yang Injak Kepala Warga Papua

Editor: iKatolik.net author photo

Uskup Mandagi Kecam Oknum TNI AU yang Injak Kepala Warga Papua

ikatolik.net
- Uskup Agung Merauke Mgr Petrus Canisius Mandagi mengutuk tindakan dua anggota TNI AU yang menginjak kepala warga di Papua.

Mandagi menyebut setiap manusia, termasuk orang Papua adalah gambaran Allah sehingga tidak patut diperlakukan secara kasar atau di luar kewajaran.

"Kami mengutuk setiap tindak kekerasan terhadap manusia siapapun dengan alasan apapun," kata Mandagi dalam keterangan tertulis, Rabu (28/7).

Atas tindakannya, Mandagi menyebut dua anggota TNI AU itu harus diadili dan dihukum seberat-beratnya.

Baca Juga: Berapa Gaji Bulanan Paus Fransiskus? Jawabannya Akan Mengejutkan Anda!

Militer Diminta Berubah

Mandagi turut menyampaikan bahwa orang Papua sudah terlalu lama mengalami sikap dan tindakan kekerasan dari aparat militer. Orang Papua, kata Mandagi, sudah terluka dan aparat militer mesti meminta maaf.

Ia juga meminta militer berjanji merubah cara pendekatan terhadap orang Papua. Mandagi juga menyebut mesti ada pembinaan khusus terhadap aparat militer yang bertugas di Papua dalam hal karakter.

Kendati demikian Mandagi tak menutup mata bahwa banyak anggota militer yang baik dan bertugas dengan penuh cinta kasih bagi orang Papua.

Lebih lanjut, Mandagi mengapresiasi tindakan dari TNI AU yang secara cepat melakukan proses hukum terhadap kedua oknum anggota tersebut.

Baca Juga: Doa untuk Mengetahui Kehendak Tuhan dari St. Yohanes Paulus II

Video Penganiayaan Beredar

Sebelumnya, beredar sebuah video yang menunjukkan anggota TNI AU menginjak kepala seorang warga di media sosial. Dalam video berdurasi 1:20 menit, terlihat dua anggota berseragam TNI AU sedang mengamankan seorang pria.

Lalu, dalam video itu juga  terlihat salah satu anggota TNI AU itu kemudian terlihat menginjak kepala pria tersebut dengan menggunakan sepatu boots.

Merespon hal ini, Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Fadjar Prasetyo menyampaikan permintaan maaf.

Fadjar juga mengakui bahwa insiden tersebut murni karena kesalahan anggotanya. Ia menegaskan bakal menindak tegas dua anggota TNI AU yang ada dalam video tersebut.

"Hal ini semata-mata terjadi memang karena kesalahan dari anggota kami dan tidak ada niatan apapun juga. Apalagi dari berupa perintah kedinasan," kata Fadjar dalam sebuah rekaman video yang diunggah dalam akun Twitter @_TNIAU, Selasa malam (27/7).

Share:
Komentar

Berita Terkini