-->

Diculik Seminggu Lebih, Biarawati di Kongo Akhirnya Dibebaskan

Editor: iKatolik.net author photo

Diculik Seminggu Lebih, Biarawati di Kongo Akhirnya Dibebaskan

ikatolik.net
- Seorang biarawati Katolik yang diculik saat sedang dalam perjalanan ke sebuah pasar di Republic Demokratik Kongo (DRC) akhirnya dibebaskan beberapa hari lalu.

Biarawati yang diidentifikasi bernama Sr. Francine dalam keterangan Badan Amal Aid to Church in Need (ACN) kepada kantor berita ACI Africa menyebutkan dirinya tidak terluka secara fisik namun mengalami trauma berat.

Sr. Francine sendiri merupakan seorang biarawati dari kongregasi Putri Kebangkitan di negara Afrika Tengah yang memiliki populasi hampir 87 juta orang.

Kronologi Kejadian

Berdasarkan keterangan ACN diketahui Sr. Francine ditangkap pada tanggal 8 Juli di Goma, ibu kota provinsi Kivu Utara bagian timur, dalam perjalanannya ke pasar untuk berbelanja kebutuhan komunitasnya.

Tidak lama setelah kejadian itu, para penculik menghubungi perwakilan Gereja setempat. Para penculik itu ingin melakukan negosiasi agar Sr. Francine dibebaskan dengan jaminan uang.

Adapun Kota Kivu Utara dan provinsi timur lainnya di DRC telah mengalami serangan dari kelompok milisi pemberontak dan geng kriminal.

Para uskup Katolik di negara itu mengajukan banding pada bulan April lalu untuk mengakhiri pertumpahan darah.

Para Uskup Dorong Rekonsiliasi

Dalam sebuah pernyataannya, anggota Komite Tetap Konferensi Episkopal Nasional Kongo mengatakan: 

"Perang adalah ibu dari semua kesengsaraan, itu mempengaruhi semua bidang masyarakat dan membahayakan masa depan anak-anak kita."

“Kepada mereka yang mengangkat senjata, kami mengatakan: ‘Berhenti membunuh saudara-saudaramu,'” kata para uskup.

Regina Lynch, direktur proyek di ACN International, mengatakan: “Kami sangat senang bahwa Sr. Francine kembali dengan selamat bersama komunitasnya.”

“Sayangnya, kami menemukan bahwa penculikan, terutama terhadap imam dan biarawati, telah menjadi senjata dan alat tekanan di banyak negara Afrika” ujarnya.

“Banyak imam dan religius, seperti Gloria Cecilia Narváez di Mali, masih hilang selama bertahun-tahun dan masih ada anggota Gereja lainnya tidak selamat dari penculikan” lanjutnya.

Share:
Komentar

Berita Terkini