-->

Polisi Periksa 6 Saksi Terkait Robohnya Tembok Penahan Gereja St. Yosep Parapat

Editor: iKatolik.net author photo

Polisi Periksa 6 Saksi Terkait Robohnya Tembok Penahan Gereja St. Yosep Parapat
Foto: iNews

ikatolik.net
- Polres Simalungun masih menyelidiki penyebab ambruknya tembok Pusat Pembinaan Umat (PPU) Gereja Katolik Parapat yang menewaskan 3 orang pengguna jalan yang kebetulan melintas di bawahnya, Jalan Jose Sinaga, Senin (28/6/2021) pagi.

Saat ini, polisi memeriksa 6 orang saksi untuk dimintai keterangan.

Kasat Reskrim Polres Simalungun AKP Rachmat Aribowo menyampaikan pihaknya masih melakukan penyelidikan dengan bantuan dari petugas kepolisian dari Polsek Parapat.

"Benar terjadi tembok roboh pembangunan gereja katolik PBU, ada korban 3 orang dan yang lain luka ringan," kata Rachmat.

Rachmat belum bisa menyimpulkan apa yang menjadi penyebab tembok yang sedianya dibangun dengan material batu dan semen setinggi 2-3 meter itu tiba-tiba roboh.

"Sampai saat ini kami masih menyelidiki penyebab kejadian tembok itu rubuh. Apa penyebabnya, kurang lebih ada 6 saksi. Saksi pihak gereja, dan pembangunan," jelasnya.

Tiga korban tewas akibat tembok rubuh di Parapat, Kecamatan Girsang Sipanganbolon, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Senin (28/6/2021), yaitu dua warga Depok, Jawa Barat dan satu warga Ajibata, Kabupaten Toba.

Adapun identitas dua korban tewas yang terjepit di dalam mobil Mega Helmita (20) dan Andika Brema (15) warga Depok. Sedangkan korban pengendara sepeda motor yang tewas adalah Kristanto Josua (27) warga Ajibata, Kabupaten Toba.

Jasad para korban yang meninggal dunia atas musibah ini sudah dievakuasi ke RSUD Parapat untuk diidentifikasi dan diserahkan kepada keluarga untuk proses persemayaman.

Share:
Komentar

Berita Terkini