-->

Pastor Joe yang Diculik di Nigeria Bebas, Satu Pastor Lainnya Tewas

Editor: iKatolik.net author photo

Pastor Joe yang Diculik di Nigeria Bebas, Satu Pastor Lainnya Tewas

ikatolik.net
- Keuskupan Sokoto Nigeria menyampaikan kabar baik tentang pembebasan Pastor Joe Keke yang diculik bersama rekan imamnya pada Kamis (3/6/2021).

Kedua imam itu sebelumnya dikabarkan diculik di sebuah paroki saat mereka diserang kelompok bersenjata. 

Menurut keterangan Pastor Chris Omotosho, direktur komunikasi keuskupan Sokoto, mengatakan bahwa Pastor Keke (75) segera menerima perawatan medis setelah dibebaskan.

Kejadian naas itu terjadi pada 20 Mei 2021 lalu. Paroki St Vincent Ferrer diserang oleh bandit bersenjata yang kemudian menewaskan Pastor Bello yang masih berusia 33 tahun. Mayat Pastor Bello sendiri ditemukan keesokan harinya dan baru dimakamkan pada 1 Juni lalu.

“Kami di sini berdoa bagi pertobatan dan pertobatan para pelaku kejahatan keji ini,” kata Uskup Agung Kaduna Mgr Matthew Ndagoso dalam homilinya pada upacara pemakaman.

"Berdoalah agar Tuhan memberi para korban kegiatan kriminal ini dan orang yang mereka cintai rahmat untuk mengampuni sehingga mereka tidak menjadi korban dua kali" lanjut Uskup.

Uskup Agung juga meminta anggota jemaat untuk memaafkan para pelaku.

“Menyakitkan, jika kita tidak ingin menjadi korban selamanya, kita harus mengambil langkah yang tepat untuk bergerak maju, yaitu memaafkan mereka yang telah melakukan ini kepada kita bahkan jika kita tidak mengenal mereka,” katanya.

"Mereka yang mempraktikkan pengampunan menjadi murid sejati Guru kita yang tidak hanya berdoa untuk pengampunan para algojonya tetapi juga membuat alasan bagi mereka,” katanya.

“Dia berdoa: ‘Bapa, maafkan mereka karena mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan,'” kata Uskup Agung Ndagoso.

“Pembunuh PaterAlphonsus dan banyak lainnya seperti mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan.”

“Kami agen pastoral mengalami semua jenis kesulitan tetapi tidak pernah tertekan. Kami tidak melihat jalan keluar tetapi tidak pernah putus asa. Kita dikejar tapi tidak pernah terputus. Kami dirobohkan tetapi masih memiliki kehidupan di dalam diri kami,” komentarnya.

“Kami membawa kematian Yesus dalam tubuh kami sehingga kehidupan Yesus juga dapat terlihat dalam tubuh kami.”

Dia meminta pasukan keamanan Nigeria untuk “bangun dari tidur mereka” dan mengejar para fanatik agama, bandit, penculik, teroris, penggembala yang menggunakan AK-47 dan oportunis yang merupakan penjahat dalam segala hal, membunuh dan melukai orang Nigeria yang tidak bersalah tanpa memandang agama, etnis, dan kecenderungan politik.

Tetapi dia juga menyatakan penghargaan kepada petugas keamanan yang sering mempertaruhkan nyawa untuk membela warga Nigeria, dengan mengatakan bahwa tanpa mereka, situasinya akan lebih buruk.

“Selalu ada ruang untuk perbaikan. Agen keamanan kita perlu bekerja lebih keras terutama di bidang pengumpulan, berbagi, dan pengawasan intelijen,” katanya.

“Pemerintah perlu berinvestasi lebih banyak di bidang ini dengan memperlengkapi mereka secara memadai dan memperhatikan kebutuhan penting mereka untuk memotivasi mereka,” katanya.

“Infrastruktur ini hanya dapat berguna ketika ada perdamaian dan keamanan yang memungkinkan pergerakan yang bebas dan aman,” katanya.

“Perlindungan kehidupan manusia dan keamanan properti adalah hal terpenting bagi negara saat ini lebih dari apa pun” tutup Uskup.



Share:
Komentar

Berita Terkini