Tiga Sekte Kristen Sesat yang Pernah Dilarang di Indonesia

Editor: iKatolik.net author photo

Tiga Sekte Kristen Sesat yang Pernah Dilarang di Indonesia

ikatolik.net
- Aliran sesat dan menyimpang sebetulnya ada dalam setiap agama di dunia, termasuk agama Kristen. 

Seiring perjalanan waktu, aliran sesat ini semakin modern, berkembang ke seluruh penjuru dunia, bahkan memiliki hierarki dan Alkitab sendiri. Penyebarannya didanai oleh hierarki pusat mereka.

Mereka bahkan memiliki “gereja” sendiri, terkadang berukuran besar layaknya gereja pada umumnya. Karena sekilas tampak seperti ajaran Kristen pada umumnya, aliran-aliran sesat ini mudah untuk mendapatkan jemaat baru sehingga penyebarannya pun semakin cepat.

Berikut adalah sekte-sekte yang menyimpang dari ajaran agama Kristen dan sempat tersebar di Indonesia yang dirangkum dari berbagai sumber.

The Children of God


Dimulai sekitar tahun 1968 di California, Amerika Serikat, sekte ini mengaku bagian dari ajaran agama Kristen. Meskipun pada akhirnya diketahui bahwa Children of God bukanlah bagian dari ajaran agama Kristen karena ajaran mereka sangat menyimpang.

Pada awalnya, sekte ini dikenal sebagai kelompok religius yang menyebarkan nilai-nilai kebebasan dan cinta. 

Akan tetapi, terdapat beberapa masalah dalam nilai tersebut. Menurut pemujaan, Tuhan adalah cinta, dan cinta adalah seks.

Anggapan tersebut yang menyebabkan mereka percaya bahwa tidak apa-apa berhubungan seks dengan anak-anak dan anggota keluarga mereka sendiri.

Sekte tersebut didirikan oleh David Berg yang berusaha untuk menafsirkan kembali ajaran agama Kristen. 

Tafsiran tersebut dibumbui oleh ketakutan akan kiamat yang akan segera datang. Oleh karena itu, Berg menekankan bahwa hukum duniawi tidak penting bagi mereka yang berani percaya kepadanya.

Ajaran Children of God mempercayai bahwa Yesus berhubungan seks dengan Martha dan Maria. Sekte ini juga percaya bahwa malaikat Gabriel berhubungan seks dengan Maria saat menyampaikan Kabar Baik dan Roh Kudus berjenis kelamin wanita.

Dilansir dari timeline.com, pengikut Children of God harus berhubungan seks dengan anak-anak agar mendapatkan pahala yang besar. 

Sebagian lain percaya bahwa seks merupakan media untuk mendapat pahala. Sekte ini dipercaya masih ada hingga sekarang dan dipercaya memiliki 35.000 pengikut dari seluruh dunia dan hampir 15.000 diantaranya adalah anak-anak.

Sekte Children of God ini masuk ke Indonesia pada awal tahun 1980an tepatnya di daerah Bandung. Namun pada 13 Maret 1984, Jaksa Agung Republik Indonesia (RI) resmi melarang ajaran Children of God.

Saksi Yehuwa

Saksi Yehuwa (SY) didirikan di Amerika Serikat pada akhir abad ke-19, tepatnya tahun 1870, dibawah pimpinan Charles Taze Russell yang bermarkas di New York, Amerika Serikat.

Pada tahun 2007, SY memiliki 6,9 juta anggota yang aktif dalam 235 negara di dunia, termasuk 1 juta di Amerika Serikat dan 130 ribu di Inggris. Para anggota menamakan diri mereka “saksi”, bukan jemaat atau umat.

Tempat ibadah disebut “balai kerajaan”, bukan gereja. Ajarannya terkenal dengan sistem pewartaan dari rumah ke rumah (door to door) untuk menarik anggota baru. 

Setiap anggota SY wajib melakukan pewartaan dan memiliki target masing-masing untuk merekrut anggota baru.

Mengakui kalau mereka Kristen, namun mereka tidak mengakui bahwa Allah Tritunggal. Menurut mereka, Roh Kudus dan Yesus bukanlah pribadi yang sama.

Mereka menolak nilai-nilai sekuler dunia, termasuk politik (sering golput), militer (tidak mau ikut wajib militer), tidak mau memberi hormat kepada bendera, dan lain sebagainya. 

Mereka juga tidak merayakan Natal dan Paskah, alasannya karena menurut mereka perayaan-perayaan tersebut diambil dari tradisi penyembah berhala.

Saksi-Saksi Yehuwa di Indonesia pernah secara resmi dilarang melalui Surat Keputusan Jaksa Agung Nomor 129 Tahun 1976. Lewat SK itu, Jaksa Agung telah melarang kegiatan Saksi Yehuwa atau Siswa Alkitab di seluruh wilayah Indonesia.

 Sebab, Saksi Yehuwa memuat hal-hal yang bertentangan dengan ketentuan hukum yang berlaku, seperti menolak hormat pada bendera merah putih dan menolak ikut berpolitik.

Mormon

Didirikan pada abad ke-19 oleh Joseph Smith (1805-1844) di Amerika Serikat, kemudian dikembangkan oleh Bringham Young yang bermigrasi bersama-sama anggota Mormon lainnya ke Salt Lake City tahun 1847.

Anggotanya mencapai 13,5 juta orang di seluruh dunia (tahun 2008). Mormon meyakini gereja mereka adalah restorasi gereja yang sebenarnya yang didirikan Yesus, dan gereja-gereja Kristen lainnya telah menyimpang.

Menurut mereka, Tuhan memiliki bentuk daging (manusia), menikah, dan dapat memiliki anak. Mereka juga percaya bahwa manusia dapat menjadi tuhan-tuhan lainnya setelah kematian.

Ajaran Mormon berfokus pada nilai-nilai aliran sesat dalam agama Kristen dalam kehidupan keluarga tradisional. 

Melarang aborsi, homoseksualitas, hubungan seksual di luar pernikahan, pornografi, judi, tembakau, konsumsi alkohol, the, kopi, dan penggunaan obat-obat terlarang.

Ada pendapat bahwa gereja Mormon mendukung poligami. Hal ini benar adanya, bahkan sang pendiri Joseph Smith memiliki 40 istri. 

Smith juga merupakan figur penting bagi aliran agama Mormon. Dia dipandang sebagai seorang nabi yang menerima wahyu khusus dari Tuhan.

Gereja Mormon pertama kali didirikan di Indonesia pada tahun 1969 di tengah kota Semarang, Jawa Tengah. 

Gereja tersebut memiliki nama resmi Gereja Yesus Kristus Dari Orang-orang Suci Zaman Akhir (GYK OSZA) dan telah berkembang dari tidak hanyadalam hal keorganisasiannya, tetapi juga kiprah pelayanannya, secara khusus pelayanannya kepada sesama manusia.

Selama hampir 6 dekade berdiri, GYK OSZA sebagai suatu organisasi kegerejaan, belum bernaung dalam satu wadah organisasi kegerejaan yang ada di Indonesia, seperti Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI). 

Setelah sering bertemu dengan PGI di lapangan, dalam konteks saat menjalankan pelayanannya, namun antara GYK OSZA dan PGI belum pernah terjadi pertemuan resmi.

Share:
Komentar

Berita Terkini