Seminari di Nigeria Perketat Keamanan Setelah Seorang Seminaris Dibunuh

Editor: iKatolik.net author photo

Seminari di Nigeria Perketat Keamanan Setelah Seorang Seminaris Dibunuh
Foto: ACI Africa

ikatolik.net
- Pasca terbunuhnya Seminaris Michael Nnadi oleh kelompok bersenjata tahun lalu, Aid to the Church in Need (ACN) Intenational berencana memperketat keamanan di sekitar sekolahnya.

Michael Nnadi merupakan seorang siswa di Seminari Gembala Baik di Keuskupan Sokoto Nigeria yang diculik bersama ketiga rekannya. Ia merupakan seminaris termuda sekaligus satu-satunya yang terbunuh dalam peristiwa itu.

Meningkatkan Keamanan

Menanggapi peristiwa naas itu, Pimpinan Catholic Pontifical Organization ACN menjanjikan € 43.000,00 diperlukan untuk pembangunan tembok di sekitar seminari, yang dimaksudkan untuk meningkatkan rasa aman bagi para seminaris.

“Kematiannya (Nnadi) adalah titik balik. Sejak saat itu, ada suasana tidak aman di antara para seminaris dan banyak yang merasa takut,” kata pimpinan ACN.

ACN melaporkan bahwa Seminari yang luas itu dikelilingi oleh pagar yang panjangnya sekitar 2,8 km. Pagar itu, tidak sulit ditembus, dan penjaga tidak bisa berada di mana-mana sekaligus.

“Seminari Gembala Baik berada di Nigeria Utara, di mana umat Kristen adalah minoritas dan di mana ancaman teror Islam mengintai di mana-mana. Dan kemudian ada gerombolan bandit yang berkeliaran, penuh dengan kebencian, rasis dan fanatisme agama, yang membuat seluruh area tidak aman,” ungkap ACN.

Kekhawatiran Masih Ada

Meskipun pembunuhan Seminarian Nnadi dikatakan telah meningkatkan ketahanan orang-orang muda yang ingin menjadi Imam di Nigeria, Fr. Daboh tetap khawatir.

"Beberapa dari Seminari, yang belum teguh dalam kepercayaan mereka kepada Tuhan, mungkin tergoda untuk meninggalkan Seminari karena ketakutan mereka" ujarnya.

“Kami sudah memastikan bahwa para seminaris benar-benar melihat penjaga di pos mereka sebelum mereka tidur,” katanya melanjutkan.*

Share:
Komentar

Berita Terkini