Ngeri, Tokoh NU Dukung Jozeph Zang Ditangkap Bersama Yahya Waloni

Editor: iKatolik.net author photo

Ngeri, Tokoh NU Dukung Jozeph Zang Ditangkap Bersama Yahya Waloni

ikatolik.net - Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Amerika, Akhmad Sahal, menytakan setuju dengan penangkapan Jozeph Paul Zhang yang diduga telah menistakan agama islam.

"Saya setuju Jozeph Paul Zhang ditangkap dan dihukum krn telah menista Islam," ujar pria yang kerap dipanggil Gus Sahal itu, sebagaimana dikutip dari cuitan di akun Twitter pribadinya @sahal_AS.

Akan tetapi, dalam keterangannya ia juga meminta perlakuan yang sama terhadap Yahya Waloni serta ustaz "abal-abal" lain yang menurutnya telah menistakan agama kristen.

Ia meminta agar Yahya Waloni serta pihak lain yang "hobi" menistakan agama juga ditangkap dan dihukum.

"Tp Yahya Waloni dan ustad abal2 lain yg hobi menistakan Kristen juga harus ditangkap dan dihukum," tuturnya menambahkan.



Gus Sahal bahkan menyebut bahwa Yahya Waloni adalah Jozeph Paul Zhang versi mualaf.

"Yahya Waloni adalah Paul Zhang versi mualaf," kata Gus Sahal mengakhiri cuitannya tersebut.

Diberitakan sebelumnya, Jozeph Paul Zhang kini tengah menjadi perbincangan hangat, terutama bagi umat islam.

Pasalnya, pria tersebut diduga telah menistakan agama islam dengan menghina nabi ke-25, yakni Nabi Muhammad SAW.

Tak hanya itu, Jozeph Paul Zhang juga mengaku sebagai nabi ke-26 yang harus meluruskan ajaran yang disampaikan oleh nabi ke-25.

Seolah tak ada rasa takut, ia bahkan menantang siapapun yang berani melaporkannya ke polisi atas kasus penistaan agama.

"Yang bisa laporin gua ke polisi, gua kasih uang, yang bisa laporin gua ke polisi (kasus) penistaan agama, nih gua nih nabi ke-26, Joseph Paul Zhang, meluruskan kesesatan ajaran nabi ke-25," ujarnya.

"Yang bisa laporin gua ke polisi, gua kasih uang, yang bisa laporin gua ke polisi (kasus) penistaan agama, nih gua nih nabi ke-26, Joseph Paul Zhang, meluruskan kesesatan ajaran nabi ke-25," ujarnya.

Sementara itu, Yahya Waloni juga diduga kerap melontarkan ujaran kebencian terhadap pihak tertentu dalam ceramahnya.

Share:
Komentar

Berita Terkini