Kardinal Edward Idris Cassidy Meninggal Dunia di Australia

Editor: iKatolik.net author photo

Kardinal Edward Idris Cassidy Meninggal Dunia di Australia
Foto: Chatolik Outlook

ikatolik.net
- Sebuah kabar duka datang dari Australia. Kardinal Edward Idris Cassidy, mantan diplomat dan pejabat Vatikan, meninggal dunia di Newcastle pada usianya yang ke-96 tahun.

Cassidy adalah presiden Dewan Kepausan untuk Promosi Persatuan Umat Kristen dari tahun 1989 hingga pensiun pada tahun 2001, ketika ia kembali ke Australia setelah lebih dari 30 tahun sebagai duta Vatikan dan pejabat kurial.

Sebagai kepala kantor persatuan Kristen Takhta Suci, Cassidy, bersama dengan Lutheran World Federation, bertanggung jawab atas penyusunan dan penandatanganan Deklarasi Bersama tentang Doktrin Pembenaran pada tahun 1999.

Ia menjabat sebagai sostituto, pejabat peringkat kedua, di Sekretariat Negara selama 21 bulan pada tahun 1988 dan 1989.

Penunjukannya ke Kuria Roma berakhir hampir 18 tahun sebagai seorang pro-nunsius apostolik untuk negara-negara Cina, Bangladesh, Lesotho, dan Belanda. 

Dia juga menjadi utusan apostolik ke Afrika Selatan selama lebih dari lima tahun saat berada di bawah pemerintahan apartheid.

Santo Paus Yohanes Paulus II menjadikan Cassidy sebagai kardinal pada tahun 1991, tetapi ia melewatkan pemungutan suara dalam konklaf yang memilih Benediktus XVI pada tahun 2005, karena ia telah kehilangan hak untuk memberikan suara hanya sembilan bulan sebelumnya.

Profil Singkat

Cassidy lahir di Sydney, New South Wales, Australia pada tanggal 5 Juli 1924. Ketika keluarganya mengalami kesulitan keuangan setelah kematian kakeknya, Cassidy putus sekolah untuk bekerja sebagai pegawai junior di Departemen Transportasi Jalan.

Pada tahun 1942 dia meyakinkan uskupnya untuk mengizinkan dia belajar untuk imamat dan dia memasuki seminari pada tahun berikutnya. Cassidy ditahbiskan sebagai imam untuk Keuskupan Sydney pada tahun 1949 pada usia 25 tahun.

Tidak lama kemudian dia dipindahkan ke Keuskupan Wagga Wagga, seorang sufragan dari Keuskupan Agung Sydney.

Ia pindah ke Roma untuk mempelajari hukum kanon pada tahun 1952, menyelesaikan gelar doktornya di Universitas Kepausan Lateran pada tahun 1955. Cassidy juga menerima gelar diploma dalam studi diplomatik dari Akademi Gerejawi Kepausan.

Sebagai seorang imam, Cassidy melayani di nunsiatur-nunsiatur di India, Irlandia, dan Portugal. 

Ia diangkat sebagai penasihat delegasi apostolik di Amerika Serikat pada tahun 1967, tetapi pemindahan duta besar Irlandia ke Portugal membuatnya tetap di Dublin selama beberapa bulan sebelum ia kemudian diangkat menjadi penasihat nunsiatur di El Salvador.

Dia juga menjabat sebagai penasihat Nunsiatura di Argentina, sebelum diangkat menjadi pro-nunsius apostolik untuk Republik Tiongkok pada tahun 1970.

Setelah pensiun pada 2001, Cassidy menulis buku "Menemukan Kembali Vatikan II - Ekumenisme dan Dialog Antaragama".*

Share:
Komentar

Berita Terkini