Kapten Yohanes dan Mayor Fidelis, Dua Prajurit Kristus di KRI Nanggala 402

Editor: iKatolik.net author photo

Kapten Yohanes dan Mayor Fidelis, Dua Prajurit Kristus di KRI Nanggala 402
Foto: @amunisirohanikatolik

ikatolik.net
- Peristiwa pilu yang menimpa Kapal Selam KRI Nanggala 402 benar-benar telah melukai hati seluruh bangsa Indonesia. Dalam keheningan, kita kehilangan 53 orang prajurit terbaik sekaligus.

Kepergiaan mereka dalam perjalanan menuju keabadian diiringi isak tangis, duka mendalam serta doa yang tulus dari masyarakat Indonesia yang tanpa henti berharap Tuhan mengulurkan tanganNya membantu dengan mukjizat.

Meski tampaknya mustahil, namun menjaga asa akan harapan mereka dapat kembali berada di tengah-tengah kita tetap terus ada. Terutama pihak keluarga yang kehilangan orang tercinta.

Dari 53 orang kru kapal yang pergi bertugas dalam keabadian itu, umat Katolik Indonesia turut merasa kehilangan atas perginya Kapten Laut (E) Yohanes Heri Santoso dan Mayor Laut (E) Fidelis Whilly Harsono Putra.

Mereka berdua adalah prajurit kebanggaan umat Katolik yang gugur selama berjuang dengan segenap jiwa raga untuk Gereja dan tanah air bersama saudara-saudaranya yang lain di KRI Nanggala 402.

Berikut profil pribadi keduanya melansir dari berbagai sumber.

Kapten Laut Yohanes Heri Santoso

Dilansir dari Tribunnews.com, Kapten Laut (E) Yohanes Heri bertugas sebagai Kepala Departemen Elektronika Senjata (Kadep Leksen) dalam kapal selam buatan Jerman tahun 1978 itu.

Kapten yang memakai nama pelingung St. Yohanes ini merupakan umat Katolik dari Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Semasa hidupnya Kapten Laut (E) Yohanes Heri dikenal warga sekitar sebagai sosok yang yang baik dan ramah.

Mayor Laut (E) Fidelis Whilly Harsono

Mayor Laut (E) Fidelis Whilly Harsono Putra merupakan menantu dari Guru Besar Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Vincentius Totok Noerwasito. Ia juga gugur bersama KRI Nanggala-402.

Meski kemungkinannya sangat kecil, keluarga Totok berharap seluruh korban bisa ditemukan. Secara khusus mereka tak henti mengirimkan doa untuk putra mereka dan semua kru yang hingga kini jenazahnya masih dalam proses pencarian.

”Kami berharap semoga cepat ditemukan dan semua awak dapat menjalankan tugas seperti semula khususnya, anak kami Fidelis Whilly Harsono Putra,” ujar keluarga Totok seperti dilansir Kompas.tv

Di tengah rasa duka yang mendalam, keluarga Mayor Laut (E) Fidelis Whilly Harsono Putra juga mengadakan doa bersama di Lingkungan 1 Paroki Salib Suci Tropodo, Sidoarjo. Mereka mendukung usaha Tim SAR dengan doa yang lara.

Misa Requiem

Gereja Katolik secara khusus mengadakan Misa requiem untuk Kapten Laut Yohanes Heri dan Mayor Laut (E) Fidelis Whilly Harsono Putra.

Misa requiem Nanggala-402 berlangsung pada 26 April 2020, pukul 11.45 di Gereja St. Maria Fatima Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur.

Misa yang dipimpin oleh Pastor Letkol Yoseph Maria Marcelinus Bintoro, Pr dan Romo David ini juga dihadiri umat dari jajaran anggota TNI dan PNS di lingkungan Mabes TNI.

Selamat jalan putra terbaik Indonesia. Terima kasih telah berjuang untuk merah putih dan untuk Gereja. Kita bawa dua sosok hebat ini dalam doa kita.

Share:
Komentar

Berita Terkini