-->

Serang dan Pukul Uskup, Seorang Pastor di India Diskors

Editor: iKatolik.net author photo

Serang dan Pukul Uskup, Seorang Pastor di India Diskors

ikatolik.net
- Seorang pastor Katolik dari keuskupan India utara telah diskors setelah diduga melakukan penyerangan fisik terhadap uskup di wilayah tersebut.

Uskup Ajmer Mgr Pius Thomas D’Souza mengatakan dia diserang oleh Pastor Varghese Palappallil, yang menghadapi kasus pelecehan seksual yang kasusnya saat ini sedang menunggu di Roma.

Menurut pemberitaan media setempat, Uskup Pius diserang saat sedang makan siang di kediamanannya. 

Pada saat itu, Pastor Varghese duduk disebelahnya dan mereka berdebat tentang kasus pelecehan seksual yang menimpa sang imam setelah dilaporkan oleh seorang wanita.

“Saya menjelaskan kepadanya bahwa saya tidak ada hubungan dengan kasus ini karena kasusnya sedang menunggu di Roma, ditangani sesuai dengan prosedur Hukum Kanonik dan saya tidak menentangnya,” kata Uskup D'Souza.

Uskup Pius mengatakan, imam itu menyerangnya secara fisik, memukul wajah dan lehernya, lalu menjatuhkan kacamatanya ke tanah, sebelum memukul dadanya dan mengangkat kursi untuk memukulnya. 

Beruntungnya, beberapa pastor lain kemudian masuk untuk menyelamatkannya dari serangan itu.

Menurut Matters India, Palappallil membantah tuduhan tersebut, yang menurutnya merupakan upaya untuk mendiskreditkan dia karena menanyai uskup.

“Tujuan saya dari kunjungan itu adalah untuk memohon [kepada] uskup agar menunjuk saya di setiap jabatan resmi keuskupan, karena saya tidak diberikan jabatan apa pun sejak 2015 setelah saya dituduh melakukan hubungan seksual dengan seorang wanita,” kata imam itu.

Dia mengatakan uskup menjadi marah selama perdebatan mereka dan mengancamnya dengan pisau, dan dia menanggapi dengan mendorong uskup itu pergi, yang menjatuhkan kacamata prelatus itu.

“Setelah itu kami melanjutkan diskusi sampai pukul 15.30. dan kami berangkat dengan gembira bersama uskup berjanji untuk mempertimbangkan kasus saya,” kata imam itu.

Dia menyebut tuduhan penyerangan fisik itu mengejutkan, tidak berdasar dan tidak benar.

Buntut dari peristiwa tesebut Pastor Palappallil dilarang melakukan perayaan Misa dan menerima Sakramen di Gereja sejak serangan fisik tersebut.*

Share:
Komentar

Berita Terkini