-->

Pesan Terakhir Mahasiswa Calon Pendeta di Sumbar yang Meninggal Gantung Diri

Editor: iKatolik.net author photo

Pesan Terakhir Mahasiswa Calon Pendeta di Sumbar yang Meninggal Gantung Diri

ikatolik.net
-  Mahasiswa calon pendeta, SS (23), yang ditemukan gantung diri di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat (Sumbar), meninggalkan sepucuk surat untuk orang tuanya. 

Salah satunya berisi pesan kepada ayah dan ibunya agar tidak pindah gereja. Salah satu jemaat GBI Silaoinan, Bilmar Sapalakkai mengatakan, selain meminta orang tuanya tidak pindah gereja, dalam surat wasiat, SS juga meminta agar rumah mereka di Trans Pumagirat tidak dijual. SS juga mengaku sudah lelah.

"Buat mama dan papa, yang kulakukan ini bukan yang terbaik ma, pa. Tapi aku capek dengan semua ini, ada banyak omongan orang. Jadi aku minta ma, pa, jangan pindah dari gereja ini dan jangan jual rumah kita. Ini hp buat bapa nanti diperbaiki," demikian isi surat SS. 

SS ditemukan tewas tergantung di pondok belakang Gereja Bethel Indonesia (GBI) Silaoinan, Desa Taikako, Kecamatan Sikakap, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Rabu (24/3/2021), pukul 08.30 WIB pagi.

Kematian SS mengejutkan jemaat GBI Silaoinan karena calon pendeta itu dikenal orang yang ceria dan mudah bergaul. SS merupakan mahasiswa STT di Jakarta yang sedang Praktik Kerja Lapangan (PKL) di GBI Silaoinan.  

Keterangan Polisi

Kapolsek Sikakap AKP Tirto Edhi mengatakan, dari pemeriksaan sementara, mayat tergantung di Dusun Silaoinan Barat itu diduga kuat bunuh diri. Hasil visum juga menunjukkan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

"Kalau dilihat dari tanda-tanda di tubuh korban, kejadin ini murni bunuh diri karena tidak ditemukan kekerasan di tubuhnya. Setelah divisum, hasilnya juga korban bunuh diri," kata AKP Tirto Edhi.

Mayat korban pertama kali ditemukan oleh saudaranya, Nasprita Saleleubaja (17). Dia awalnya mencari adiknya di gereja tersebut.

Dia melihat pintu depan GBI Silaoinan tertutup. Dia mencoba mengetuk beberapa kali, tapi tidak ada sahutan.

"Karena tidak ada sahutan dari dalam, maka saya langsung buka pintu depan itu. Setelah pintu terbuka, saya melihat pintu belakang Pastori GBI Silaoinan terbuka," katanya.

Dia pun langsung ke belakang rumah. Namun, dia malah menemukan korban sudah tergantung dengan kain di sebuah pondok, di belakang Pastori GBI Silaoinan. 

Kaget, dia langsung memberitahukan kejadian tersebut kepada warga di sekitar gereja. Penemuan mayat korban itu membuat warga setempat geger.

"Saya langsung memberitahukan kepada warga di sekitar gereja ada orang yang tergantung," ucapnya.

Share:
Komentar

Berita Terkini