Pelaku Pembunuhan Asal Manggarai Dijatuhi Hukuman Mati di Bima

Editor: iKatolik.net author photo

Pelaku Pembunuhan Asal Manggarai Dijatuhi Hukuman Mati di Bima
Foto: SindoNews

ikatolik.net
- Pedilius Asman, terdakwa pemerkosaan dan pembunuhan terhadap P (10), bocah kelas tiga SD di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) divonis hukuman mati oleh Pengadilan Negeri Bima, Senin (22/3/2021) lalu.

Jalannya persidangan dijaga ketat oleh personel Polres Bima Kota. Vonis dibacakan oleh ketua majelis hakim, Harris Tewa. 

Saat mendengar vonis mati dari hakim, terdakwa Pedilius Asman tak merasa keberatan. Meski demikian, hingga kini dia tak mengakui perbuatan tersebut.

Terdakwa yang yang sebelumnya dituntut oleh jaksa penuntut umum (JPU) dengan hukuman seumur hidup akan menyerahkan sepenuhnya vonis ini kepada kuasa hukumnya. 

Dalam fakta persidangan, sejak proses awal hingga divonis mati Pedilius Asman tak mengakui perbuatan yang didakwakan tersebut.

Usai sidang, terdakwa digelandang oleh personel Polres Bima Kota untuk dibawa kembali ke rumah tahanan Bima.

Orang Tua Puas dengan Keputusan Hakim

Sementara itu, kedua orang tua korban, Martinus Randus dan Imelda Suryati yang juga ikut menghadiri sidang berterima kasih atas putusan yang telah divonis hakim Pengadilan Negeri Bima.

Pasutri ini menyatakan vonis mati terdakwa sepadan dengan perlakuannya yang telah memerkosa hingga tega membunuh anaknya.

Kronologis Kejadian

Sebelumnya korban ditemukan tewas oleh warga tetangga di atas tali jemuran di indekosnya di Kelurahan Tanjung, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima pada Kamis 14 Mei 2020 lalu.

Terdakwa yang merupakan tetangga kosnya berusaha mengelabui warga dengan berpura-pura mandi sehingga seakan tidak mengetahui kejadian tersebut.

Diketahui korban dan pelaku masih ada hubungan keluarga atau satu daerah asal yakni dari Ruteng-Manggarai, Nusa Tenggara Timur yang hidup merantau dalam satu indekos.

Dari hasil penyelidikan diketahui bahwa korban diperkosa lalu dibunuh dengan cara digantung di tali jemuran. Kejadian tersebut akhirnya terungkap dari keterangan saksi mata yang tak lain adalah adik kandung korban yang berusia 7 tahun.

Berdasarkan hasil visum, terdapat lecet di kemaluan korban dan beberapa luka cekikan di lehernya.


Share:
Komentar

Berita Terkini