-->

Paus Fransiskus Meminta 317 Siswi yang Diculik di Nigeria Dibebaskan

Editor: iKatolik.net author photo

Paus Fransiskus Meminta 317 Siswi yang Diculik di Nigeria Dibebaskan
Foto: Vatican News

ikatolik.net
- Paus Fransiskus bergabung dengan para Uskup Nigeria dalam memohon pembebasan 317 siswi yang diculik di barat laut Nigeria pada hari Jumat (26/2/2020) lalu.

Berbicara pada doa Angelus pada hari Minggu (28/2/2021), Paus Fransiskus dengan tegas mengutuk penculikan keji terhadap 317 gadis di Negara Bagian Zamfara, Nigeria itu.

Dia mengundang semua orang untuk mendoakan mereka, agar mereka bisa segera pulang.

"Saya bersama keluarga dan  mereka semua. Mari kita berdoa agar Bunda Maria menjaga mereka tetap aman” kata Paus Fransiskus.

Apa yang terjadi?

Insiden itu terjadi pada Jumat pagi di kota Jangebe, di Negara Bagian Zamfara, Nigeria.

Orang-orang bersenjata tak dikenal memasuki Sekolah Menengah Negeri Jangebe sekitar tengah malam dan menembak secara sporadis.

Komisaris Informasi negara bagian mengatakan mereka membawa gadis-gadis itu dengan kendaraan dan berjalan kaki. Pasukan keamanan melakukan pencarian terhadap siswi yang diculik.

Dua serangan secara berurutan

Menurut keterangan gubernur Negara Bagian Zamfara, serangan tersebut merupakan serangan kedua pada minggu yang sama.

Seorang siswa tewas dan 42 orang dikeluarkan dari sekolah berasrama di negara bagian tengah utara Niger dalam insiden sebelumnya. Mereka dibebaskan pada hari Sabtu (27/2/2021) lalu.

Alarm suara Uskup Nigeria

Para Uskup Katolik Nigeria mengecam situasi yang memburuk di negara itu.

Mereka merilis pernyataan pers pada 23 Februari, menyusul penculikan pertama tetapi sebelum serangan terbaru ini.

“Kami benar-benar berada di ambang kehancuran yang membayang, dari mana kami harus melakukan semua yang kami bisa untuk mundur sebelum yang terburuk menguasai bangsa,” tulis para Uskup.

Mereka mengatakan ketidakamanan dan korupsi telah mempertaruhkan kelangsungan hidup bangsa Nigeriaa.

Sejumlah ancaman

Para uskup juga meminta pemerintah untuk mengatasi tantangan pemerintahan yang serius, terutama karena kelompok bersenjata mengancam melakukan tindakan hukum semau mereka.

Dan mereka mencantumkan sejumlah krisis yang melanda Nigeria, termasuk pembunuhan, Covid-19, penculikan, pembunuhan, bandit, dan perampokan bersenjata.

"Kami, dari Konferensi Waligereja Nigeria, dengan anggota dari seluruh bagian Nigeria, sangat terganggu dengan keadaan ketidakstabilan saat ini di negeri itu. Ini tidak boleh dibiarkan terus membusuk dan merosot.” tutup mereka.*

Share:
Komentar

Berita Terkini