-->

Kesaksian Lydia Kandau, Tuhan Menyembuhkan Anaknya yang Rusak Saraf

Editor: iKatolik.net author photo

Kesaksian Lydia Kandau, Tuhan Menyembuhkan Anaknya yang Rusak Saraf

ikatolik.net
- Artis kondang Lydia Kandau memiliki pengalaman iman yang sangat luar biasa di tengah kesibukkannya menjadi artis profesional tanah air.

Bermula dari pernikahannya dengan Jamal Mirdad yang sempat ditentang oleh pihak keluarga hingga kisahnya saat sempat meninggalkan gereja karena terlena dengan kehidupan sebagai artis.

Dalam kisahnya melansir kesaksian.org, Lydia Kandau mengaku pernah absen ke gereja setelah melewati masa-masa indah pernikahannya tersebut. 

Karena terlena ia memilih menghabiskan hari Minggunya untuk pergi jalan-jalan, nonton dan shopping yang membuatnya merasa makin jauh dari Tuhan.

Meski pikiran itu selalu menghantuinya, ia tetap tidak pernah kepikiran untuk kembali kepada Tuhan dan seolah nyaman selama menikmati hal-hal semacam itu.

Anak Mengalami Sakit Aneh

Semua menjadi berubah ketika anak kedua Lydia mengalami sakit yang boleh dibilang sangat aneh. Saraf kirinya abnormal dan harus dirawat di rumah sakit.

Pada saat itu, ia berkeyakinan bahwa setelah dokter menangani anaknya, pasti akan sembuh. Namun, realita menunjukkan hasil sebaliknya, kondisi sang anak malah tambah parah.

“Obat-obat yang diberi dokter tidak mempan terhadap penyakitnya. Anak saya seperti mau mati. Matanya tidak mau terbuka,” kisahnya.

“Saya menangis dan menangis sambil membaringkan anak saya di tempat tidur. Saya merenung dan larut dalam kebisuan. Seketika saya teringat akan dosa-dosa saya dulu. Saya tidak setia kepada Tuhan. Padahal Tuhan sudah begitu baik pada saya,” akunya. 

Seketika itu juga, ia berdoa sambil bercucuran air mata. Minta ampun atas segala dosa dan ketidaksetiaannya. Ia betul-betul merasa telah mendukakan hati Tuhan. 

Doa tersebut berdampak sangat luar biasa. Sesaat setelah mengatakan amin, hati dan batinnya terasa lega sekali. 

Meminta Tuhan Menyebuhkan Anaknya

Lalu ia melihat anaknya yang masih terbaring dalam keadaan yang memprihatinkan. Air matanya jatuh lagi. Ia duduk di sisi tempat tidur sambil mengelus-elus kepala anaknya. Ia kemudian berdoa. 

“Tuhan, aku tahu Engkau telah menghapuskan dosaku. Saat ini juga ya Bapa, jikalau Engkau mengasihi aku, tolong sembuhkan anakku. Aku percaya sepenuh jiwa, Engkau sanggup melakukan semua itu. Sebab segala perkara dapat kutanggung di dalam Engkau.”

Selain berdoa, Lydia juga melantunkan kidung pujian tanpa putus. Dalam hatinya ia berjanji bahwa dirinya tidak akan berhenti melakukan hal itu hingga anaknya sembuh.

Selang beberapa jam kemudian, mata anaknya berlahan terbuka dan bangun dengan wajah tanpa merasakan sakit apa-apa.

Padahal ia baru saja mengalami suatu penyakit yang luar biasa berat untuk anak seusianya. yang terlukis di wajahnya adalah sukacita. Sungguh ini suatu mujizat. 

Ia langsung memeluk anaknya sambil berterima kasih kepada Tuhan. Setelah itu, anaknya diajak berdoa bersama untuk mengucap syukur atas kesembuhan yang hanya datang dari Allah itu.

Setelah itu, ia berjanji akan selalu setia melayani Tuhan. Meski cobaan terus datang karena sang suami tidak ingin ia kembali ke Gereja apalagi harus membawa anaknya.

“Terpaksa dulu saya berbohong. Membawa anak-anak dengan alasan nonton, renang, jalan-jalan, dan macam-macam. Padahal sebelum atau sesudah kegiatan itu kami ke gereja. Habis kalau tidak begitu, mana bisa saya ke gereja,” kilahnya. 

“Saya ingin menceritakan kepada semua orang, bahwa Tuhan itu sungguh baik adanya,” tukasnya.*

Share:
Komentar

Berita Terkini