-->

DRC: 20 Orang Warga Sipil Tewas Setelah Pembunuhan Dubes Italia

Editor: iKatolik.net author photo

DRC: 20 Orang Warga Sipil Tewas Setelah Pembunuhan Dubes Italia
Foto: ANSA

ikatolik.net
- Hanya beberapa hari setelah serangan fatal terhadap Duta Besar Italia, lebih banyak warga sipil telah dibantai di provinsi timur Republik Demokratik Kongo (DRC).

Sebelumnya, kantor berita Katolik Agenzia Fides memberitakan tentang terbunuhnya Dubes Italia, Luca Attanasio di Kivu Utara bersama dua orang lainnya pada akhir Februari lalu.

Sebuah LSM lokal bernama CEPADHO dalam sebuah pesan kepada Agenzia Fides, telah merinci pembantaian tersebut sejak pembunuhan Duta Besar Italia.

Lebih dari 20 Warga Sipil Tewas

Menurut CEPADHO, setidaknya 23 korban sipil tewas dalam serangan di daerah Beni (Kivu Utara) dan Irumu (Ituri) dalam beberapa hari terakhir: 17 di Kisima di distrik Ruwenzori, satu di Oicha (ibukota wilayah Beni) ), 2 di Kokola di distrik Beni-Mbau dan 3 di Kpolimumu, distrik Irumu.

Sebelumnya, lima warga sipil tewas dalam pembantaian di Musandba (5 km barat laut Oicha), distrik Beni-Mbau dan dalam serangkaian penyergapan yang dilakukan di jalan Beni ke Kasindi.

ADF/MTM Sebagai Pelaku Utama

Ada beberapa milisi, tentara bayaran, dan kelompok teroris yang beroperasi di provinsi timur DRC. Namun, CEPADHO mengaitkan serangan baru-baru ini terhadap warga sipil dengan kelompok pemberontak, yang berasal dari Uganda, ADF (Allied Democratic Forces).

Kelompok itu telah melakukan serangan di bagian timur DRC sejak 1990-an, ketika pemberontak tiba di tempat kejadian dengan agenda politik. 

Mereka telah meninggalkan tuntutan politik mereka dan merosot menjadi kelompok milisi teroris yang terlibat dalam perdagangan mineral dari DRC timur. 

Dalam beberapa tahun terakhir, milisi ADF telah menyebut diri mereka "Madinat Tauhid wa-l-Muwahidin (MTM)." Dugaan "afiliasi" mereka dengan Islamic State (IS) adalah subjek kontroversi dan spekulasi.*

Share:
Komentar

Berita Terkini