Asia Bibi, Dituduh Menista Agama dan Dihukum Mati Namun Diselamatkan Tuhan

Editor: iKatolik.net author photo

Asia Bibi, Dituduh Menista Agama dan Dihukum Mati Namun Diselamatkan Tuhan

ikatolik.net
- Seorang wanita paruh baya bernama Asia Bibi di Pakistan menjadi perbincangan dunia internasional setelah dirinya dibebaskan dari tuntutan hukuman mati pada tahun 2018.

Asia Bibi adalah seorang penganut Agama Katolik yang ditahan sejak tahun 2010 dan menunggu eksekusi mati karena dituduh telah menghina Nabi Muhamad SAW oleh rekan kerjanya yang beragama Muslim.

Perempuan berusia 49 tahun tersebut awalnya terlibat cekcok dengan rekannya pada 14 Juni 2009. Waktu itu hari sangat panas, ia meminum air dari sumur menggunakan cangkir yang sama dengan wanita lain.

Celakanya, perempuan yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani untuk menghidupi kelima orang anaknya dituduh mencemari air minum tersebut karena dirinya seorang Kristen.

Buntut dari peristiwa tersebut, ia dilaporkan ke aparat setempat dengan tuduhan melakukan penistaan agama. Ia kemudian dijatuhi hukuman mati berdasarkan hukum Pakistan.

Tidak Menyangka Itu Terjadi

Dalam pengakuannya kepada sejumlah media yang mewawancarai dirinya, Bibi mengatakan dirinya sangat tidak percaya bahwa kejaadian buruk itu akan menimpa dirinya.

Satu hal yang membuatnya merasakan kesedihan yang sangat luar biasa adalah saat membayangkan anak-anaknya. Mereka masih sangat kecil dan dia sendiri tidak bisa melakukan apa-apa atas kasus tersebut.

Selama berada di penjara, Asia Bibi sangat terisolasi dan melakukan segala cara untuk menenangkan dirinya sendiri. Tetapi, di atas segalanya ia tetap menempatkan Tuhan di dalam hatinya dan berdoa setiap hari.

Ikhlas dan Terus Berdoa

Sadar akan kemampuan dirinya yang terbatas, dalam upaya menenangkan diri agar tetap kuat dan tidak putus asa, ia menerima kejadian itu dengan ikhlas dan menganggapnya sebagai cobaan yang dikirim Tuhan.

Asia Bibi selalu bedoa setiap hari dan mendapat banyak tanda selama berada di dalam penjara. Pernah suatu malam, ia bermimpi bertemu dengan seorang imam yang mengajaknya untuk membaca dan merenungkan ayat-ayat Alkitab.

Pada saat itu Asia Bibi berpikir bahwa mungkin Tuhan mengirimkan kepadanya sebuah tanda agar saya mulai merenungkan ayat-ayat Alkitab yang akan membantu menopang keterpurukan.

Ia kemudian mulai membaca Alkitab secara lebih sering dan merenungkannya secara teratur. Ayat  Alkitab yang sangat menyentuh bagi dirinya adalah ayat kitab Mazmur yang berbunyi: "Tuhan adalah tempat berlindungku".

Dikaruniai Suami yang Baik

Asia Bibi, Dituduh Menista Agama dan Dihukum Mati Namun Diselamatkan Tuhan

Salah satu penopang hidup Asia Bibi selama menjalani masa-masa sulit adalah suaminya yang bernama Ashiq. 

Ia adalah karunia Tuhan dalam hidup Bibi. Dia tidak pernah melepaskan tangan Asia Bibi meskipun ada ancaman dan kesulitan.

Ashiq, juga menjadi orang yang memberi tahu dirinya bahwa Anne-Isabelle Tollet, seorang jurnalis asal perancis adalah orang pertama yang berbicara atas namanya.

Melalui Ashiq juga kabar suka cita tentang Paus Fransiskus yang mengirimkan doa khusus untuknya disampaikan. Asia Bibi merasa sangat bahagia. Dia beruntung dengan kehadiran suaminya itu.

Memaafkan Para Pembenci Dirinya

Sesaat setelah pembebasan Asia Bibi dari vonis hukuman mati, gelombang protes besar-besaran terjadi di Pakistan. Mereka menuntut agar dirinya dieksekusi mati. Ancaman pembunuhan pun datang silih berganti.

Meski demikian, Asia Bibi tidak pernah membenci mereka yang mayoritas adalah penganut Islam garis keras di Pakistan. Dalam sebuah wawancara, Asia bahkan mengatakan telah memaafkan mereka dan mendoakannya pada setiap kesempatan.

Beruntungnya, Asia Bibi bersama keluarganya berhasil mendapatkan suaka di Kanada yang membuatnya harus meninggalkan Pakistan untuk berlindung.

“Saya sangat sedih ketika harus meninggalkan Pakistan, negara tempat saya dilahirkan. Tapi saya tahu, Tuhan akan menunjukkan jalan-Nya kepada saya. Saya berpegang teguh pada harapan bahwa suatu hari nanti saya akan kembali ke tanah kelahiran saya” ujarnya.

Asia Bibi tidak pernah lupa untuk bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan atas perlindunganNya selama melewati cobaan sulit tersebut. Dengan penuh keyakinan, ia mempercayakan hidupnya kepada Tuhan hingga ia bebas dari hukuman mati karena imannya itu.

Share:
Komentar

Berita Terkini