3 Makna Umat Katolik Berlutut Saat Masuk ke Gereja

Editor: iKatolik.net author photo

3 Alasan Umat Katolik Berlutut Saat Masuk Gereja
Foto: Ist

ikatolik.net
- Setiap kali umat Katolik masuk ke Gereja untuk beribadah, ada sebuah momen dimana kita berlutut sebelum kemudian mencari tempat duduk dan mulai berdoa.

Ketika Anda masuk ke dalam gereja, tepat sebelum menuju ke tempat duduk, Anda biasanya berlutut dengan satu kaki. Apa artinya? Simak penjelasannya berikut ini!

Berlutut (genuflection) berasal dari dua suku kata bahasa Latin yang digabungkan yaitu "genu"- dan -"flectere". Genu artinya “lutut” dan flectere artinya “menekuk” jadi sederhananya “menekuk lutut.”

Jadi ketika Anda masuk ke gereja sebelum menuju tempat duduk, kami berlutut – menekuk lutut, terhadap tabernakel, terhadap Yesus sendiri dalam tabernakel. 

Namun, apabila  Anda memasuki gereja yang tidak memiliki tabernakel tetapi memiliki altar tepat di depannya, Anda bisa membukuk atau tidak harus berlutut. Berikut alasan kenapa kita harus berlutut.

Berlutut adalah Tindakan Kerendahan Hati

Ketika kita berlutut di depan tabernakel, apa yang kita katakan adalah, “Engkaulah Allah, bukan saya.” Itulah sikap kerendahan hati, sekaligus sikap dari tindakan kita.

Itulah sikap dari komitmen diri kita sendiri terhadap pelayanan kepada Tuhan. Sama seperti pada zaman dahulu para ksatria berlutut di hadapan rajanya. 

Dengan kata lain, kita menunjukkan kerendahan hati kita di hadapan Yesus dalam ekaristi kudus.

Berlutut Sebagai Komitmen untuk Siap Melayani Tuhan

Pada saat kita berlutut ketika masuk ke Gereja, kita sekaligus berkomitmen untuk menjadi pelayan Tuhan Yesus dengan mengatakan demikian:

Tuhan Yesus jika dengan hidup dan matiku, saya bisa membantu Engkau untuk menuntaskan tugas yaitu misi-Nya untuk menebus dunia, membawa terang ke kegelapan, membawa harapan kepada mereka yang putus asa, membawa pemulihan kepada yang hancur, maka Engkau mempunyai hidupku”.

Jadi, yang pertama adalah gerakan ungkapan kerendahan hati. Yang kedua adalah gerakan untuk melayani.

Berlutut adalah Gerakan Kasih

Ketika kita memasuki dan meninggalkan gereja, saat berlutut di hadapan Yesus dalam Ekaristi kita sejatinya tengah menunjukkan tindakan kasih kepada Tuhan.

Bahwa pengakuan akan kuasa Tuhan atas segala sesuatu dalam hidup kita membuat gerakan kasih menjadi sangat penting bahkan jika itu harus memberikan segenap hidup kepadaNya.

Sehingga dari makna pertama, kedua dan ketiga tersebut di atas saling  terkait satu sama lain. Meski sangat sederhana, gerakan berlutut di hadapan Tuhan saat memasuki Gereja sangatlah bermakna.

Jadi ketika kita mengetahui apa di balik gerakan-gerakan selama Misa, maka itu harus mengubah segalanya. Melakukan gerakan yang sama, namun bukan lagi melakukannya dengan gerakan saja, tapi melakukan gerakan yang bermakna.*

Share:
Komentar

Berita Terkini