-->

Seorang Pria Meninggal Saat Berlutut di Depan Altar di Gereja Mexico City

Editor: iKatolik.net author photo

Seorang Pria Meninggal Sambil Berlutut di Depan Altar di Gereja Mexico City
Jenazah Juan tampak masih berada di depan altar sambil menunggu otoritas terkait untuk melakukan pemeriksaan (Foto: CNA)

ikatolik.net
- Seorang pria berusia enam puluhan tahun benama Juan meninggal di depan altar sebuah gereja di Mexico City. Ia meninggal setelah berjalan dengan cara berlutut dari pintu masuk sebelum kemudian pingsan dan menghembuskan napas terakhirnya.

Laporan resmi otoritas terkait menyatakan bahwa Juan memasuki gereja paroki Yesus Imam, sekitar tengah hari, dan meninggal tak lama kemudian dengan berlutut di depan altar, sekitar 45 menit sebelum dimulainya Misa sore.

Sang sakristan, yang menyaksikan jatuhnya pria itu, dengan cepat memberi tahu Pastor Sajid Lozano, yang menelepon ambulans.

Meski demikian imam itu mengatakan bahwa ada beberapa tanda yang menunjukkan tidak ada lagi yang bisa mereka lakukan karena dia sudah meninggal.

Berbicara kepada ACI Prensa, Pastor Lozano mengatakan bahwa Juan datang  sendirian pada saat hari kejadian dan menyebut peristiwa itu sebagai kematian tanpa penderitaan.

“Juan memiliki kekuatan dan keberanian untuk datang ke rumah Tuhan untuk menghembuskan nafas terakhirnya,” tambahnya.

Menurut majalah Desde la Fe, terbitan Keuskupan Agung Mexico City, sangat sedikit orang yang mengenal Juan, tetapi terharu dengan cara dia meninggal, banyak yang berpartisipasi dalam Misa pemakaman pria tersebut.

"Polisi dan paramedis memberi tahu kami bahwa kematian itu terjadi karena serangan jantung mendadak dan tidak ada tanda-tanda kekerasan," kata Pastor Lozano.

Pihak berwenang juga memberikan izin kepada imam untuk melanjutkan Misa dan menyarankan agar dia menemukan salah satu kerabat Juan.

Hukum Meksiko menyatakan bahwa ketika seseorang meninggal di luar rumah sakit, jenazah tidak dapat dikeluarkan sampai petugas dan jaksa penuntut lokal datang untuk memeriksa jenazah untuk memverifikasi terkait penyebab kematiannya.

Akibatnya, tubuh Juan harus dibiarkan tepat di tempat dia meninggal. Karena Misa Minggu dijadwalkan akan dimulai segera pada pukul 1 siang dan Pastor Lozano membuat keputusan dadakan untuk menjadikannya Misa pemakaman bagi almarhum.

Seorang pria muda yang lewat di dekat gereja dapat mengidentifikasi mayat tersebut dan kemudian menemani pihak berwenang ke kediaman keluarga.

Putra almarhum ada di rumah, dan dikejutkan oleh berita itu, pergi ke gereja untuk berpartisipasi dalam Misa pemakaman.

Sebagai tanda penghormatan, jenazah Juan ditutup dengan kain putih yang dibawa oleh salah satu umat dan sebuah lilin diletakkan di kakinya.

Pastor Lozano mengatakan kepada ACI Prensa bahwa kematian masih merupakan peristiwa yang menyakitkan dan tidak terduga,dan hanya melalui iman kita memiliki harapan bahwa ini bukanlah akhir dari segalanya, tetapi awal dari kehidupan kekal.

Bahagia bersama para kudus di Surga Juan, Tuhan Yesus memberkati. Amin

Share:
Komentar

Berita Terkini