Puji Tuhan, Polemik Pembangunan Gereja Santo Yusuf di Jambi Telah Terselesaikan

Editor: iKatolik.net author photo

Puji Tuhan, Polemik Pembangunan Gereja Santo Yusuf di Jambi Telah Terselesaikan
Foto: jambikita.id

ikatolik.net
- Akhir dari permasalahan  pembangunan Gereja Santo Yusuf di Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Tanjung Jabung (Tanjab) Barat, Provinsi Jambi yang sempat menimbulkan polemik hingga terjadi perselisihan dan penolakan warga berujung damai dan telah terselesaikan.

Dengan dimediasi oleh Kapolres Tanjab Barat dan juga Dandim 0419/Tanjab, warga yang bersilang pendapat akhirnya menghasilkan kesepakatan dengan melahirkan “Piagam Tebing Tinggi” yang ditandatangani oleh perwakilan agama.

Kapolres Tanjab Barat, AKBP Guntur Saputro mengatakan melalui upaya mitigasi soft approach pendekatan dengan hati dan Gerakan Bersama Kebhinekaan Beragama dan Pancasila Sakti (Gema Bakti) didasari toleransi lahir batin, akhirnya semua pihak berdamai.

"Semangat penyelesaian dengan mengedepankan toleransi lahir batin, kerukunan beragama dan merawat kebhinekaan akhirnya semua pihak sepakat menyelesaikan perselisihan. Hal ini cikal bakal piagam tebing tinggi," kata Kapolres AKBP Guntur Saputro, Selasa (2/2).

Dalam penyelesaian persoalan tersebut, Kapolres juga melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat. Terhadap hal ini sebagai apresiasi, Kapolres mengucapkan rasa syukur upaya mitigasi pembangunan tempat ibadah umat kristiani ini dan memberikan penghargaan berupa Piagam Tebing Tinggi.

"Piagam Tebing Tinggi ini berisikan kesepakatan untuk merawat kebhinekaan, menjaga toleransi beragama, menjamin kebebasan beribadah sesuai keyakinan dan memelihara kerukunan antar umat beragama serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," jelas Kapolres.

Selain itu, pihaknya berharap seluruh masyarakat khususnya Kabupaten Tanjab Barat yang telah lama dikenal sebagai wilayah yang aman, beragam suku, agama namun saling menghargai dan hal ini diharapkan terus terjaga ke depannya.

“Dengan toleransi masyarakat Tebing Tinggi mendukung keberlanjutan pembangunan Gereja Santo Yusup. Alhamdulillah, atas kesadaran tolerani dan kebersamaan demi keutuhan NKRI terwujud kesepakatan pembangunannya dilanjutkan. Semoga Piagam Tebing Tinggi ini, mengulang sejarah Piagam Madinah,” pungkasnya.

Tokoh masyarakat Tebing Tinggi, H. As'ad mengamini hal itu. Dirinya menegaskan permasalahan yang selama ini terjadi akibat pembangunan sebuah gereja yang dinilai tidak sesuai izin awal.

Untuk diketahui, pembangunan gereja tersebut bisa dilanjutkan, dengan catatan harus sesuai ukuran dari IMB (Izin Mendirikan Bangunan) yang diberikan Pemerintah Kabupaten Tanjab Barat, yakni 15 x 30 meter di RT. 15, Kelurahan Tebing Tinggi, Kecamatan Tebing Tinggi, Tanjab Barat.

Sementara, Ketua Pastoral Paroki Santa Teresia Jambi, Yustinus Vena Handono menyatakan permohonan maaf dan akan mengawal kelanjutan pembangunan Gereja Santo Yusup sesuai dengan koridor izin yang diberikan pemerintah setempat.

Dia menjelaskan, Stasi Gereja Santo Yusuf Tebing Tinggi yang berlokasi di RT 15, Kelurahan Tebing Tinggi, Kecamatan Tebing Tinggi, Tanjab Barat, merupakan bagian dari Pastoral Paroki Jambi serta di bawah Keuskupan Agung Palembang.

Stasi Santo Yusuf Tebing Tinggi mengayomi 55 KK (kepala kleuarga) jemaat (sekitar 200 jiwa). Terkait bentuk/konsep bangunan baru dalam gereja, tidak semua peruntukannya untuk kepentingan Umat namun ada ruang untuk keperluan seperti Panti Imam dan Altar Gereja.

"Namun terkait konsep bangunan gereja yang sesuai IMB, kami juga siap untuk dikoreksi atas hal tersebut karena melanjutkan pembangunan gereja tersebut merupakan permohonan utama kami, " jelas Yustinus.

Terpisah, Kaban Kesbangpol Tanjab Barat Muslim menyebutkan, mengatakan, mitigasi dampak pembangunan gereja di Tebing Tinggi menjadi motivasi bagi Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) untuk lebih aktif merajut kerukunan bangsa ke depannya.

"Tahun 2018 Kelurahan Tebing Tinggi dinobatkan jadi Kampung Pancasila. Oleh sebab itu, tentunya harus dijaga. Ini menjadi contoh bagi daerah lain, bahwa wujud pluralisme, kerukunan dan toleransi antarumat beragama akan selalu terjaga di Tanjab Barat, Jambi," tutupnya. 

Share:
Komentar

Berita Terkini