Panduan Lengkap Persiapan Sebelum Berpuasa Bagi Umat Katolik

Editor: iKatolik.net author photo

Panduan Lengkap Persiapan Sebelum Berpuasa Bagi Umat Katolik

ikatolik.net
- Berpuasa bagi orang Katolik bisa menjadi sarana latihan rohani yang sangat baik, apalagi jika dilakukan sambil berdoa dengan sepenuh hati.

Meskipun ada orang-orang yang menganggap bahwa berpuasa adalah kebiasaan dari pemeluk agama Kristen, cara ini sebenarnya berlaku tidak hanya dalam agama Kristen—semua orang dari keyakinan yang berbeda bisa berpuasa dan berdoa, jika mereka merasa terpanggil.

Lanjutkanlah membaca beberapa prinsip dasar, petunjuk, dan tips berikut ini tentang cara berpuasa dan berdoa yang efektif.

1. Berdoalah agar mendapat tuntunan dalam memilih jenis puasa yang akan dilakukan. Berpuasa secara tradisional dilakukan dengan berpuasa dari makanan, tetapi Anda juga bisa berpuasa dari media atau dari berbagai kebiasaan.

  • Berpuasa penuh atau berpuasa minum mensyaratkan agar Anda tidak makan makanan padat dan tidak minum cairan apapun selain air putih.
  • Berpuasa minum mensyaratkan agar Anda tidak makan makanan padat, tetapi Anda masih boleh minum cairan apa saja yang Anda inginkan.
  • Berpantang mensyaratkan agar Anda tidak makan makanan tertentu atau tidak makan apapun selama waktu tertentu dalam sehari. Berpuasa dengan cara ini berlaku khususnya untuk umat Katolik selama masa Prapaska.
  • Berpuasa sebagai sebuah tradisi dalam masa Prapaska adalah puasa dengan cara berpantang. Selama masa Prapaska, Anda tidak boleh makan daging setiap hari Jumat dan Rabu Abu. Pada hari Rabu Abu dan Jumat Agung, Anda harus membatasi diri dengan hanya makan kenyang satu kali dalam sehari dan dua kali makan dengan porsi yang lebih sedikit daripada porsi biasanya. Anda boleh minum apa saja.
  • Berpuasa roti dan air putih memperbolehkan Anda hanya mengkonsumsi roti dan air putih, tidak lebih.
  • Berpuasa media mensyaratkan agar Anda menghindari media. Yang dimaksud media bisa berupa media apapun, atau bisa saja media tertentu seperti televisi atau internet.
  • Berpuasa dari kebiasaan mensyaratkan agar Anda menghindari perilaku tertentu. Ini bisa berarti bahwa Anda harus meninggalkan kebiasaan meninggikan suara Anda sampai kebiasaan bermain kartu. Cara berpuasa ini pada umumnya diterapkan selama masa Prapaska.

2. Mintalah petunjuk untuk menentukan berapa lama harus berpuasa. Anda bebas menentukan berapa lama Anda ingin berpuasa mulai dari satu hari sampai beberapa minggu. Tentukanlah masa berpuasa yang cukup menantang dari sisi kesehatan dan spiritual.

  • Jika Anda belum pernah berpuasa, sebaiknya Anda mulai berpuasa tidak lebih dari 24 sampai 36 jam.
  • Jangan berpuasa tidak minum air putih lebih dari tiga hari.
  • Pertimbangkanlah untuk melakukan puasa penuh yang diperpanjang. Mulailah dengan berpuasa satu kali makan selama beberapa hari. Setelah tubuh Anda terbiasa, berpuasalah makan yang berikutnya juga, dan akhirnya, berpuasalah makan sepanjang hari.

3. Berusahalah menemukan apa sebabnya Anda merasa terpanggil untuk berpuasa. Dalam doa Anda, mintalah petunjuk dari Tuhan apa yang menjadi tujuan Anda dalam berpuasa.

  • Pembaharuan spiritual adalah alasan yang umum dalam berpuasa, tetapi Anda juga bisa berpuasa jika Anda ingin memperoleh petunjuk, kesabaran, atau kesembuhan.
  • Anda juga bisa berpuasa dengan alasan tertentu yang mencakup kebutuhan rohani Anda secara pribadi. Misalnya, jika terjadi bencana alam, Anda bisa berpuasa dan berdoa bagi mereka yang tertimpa bencana.
  • Berpuasa juga bisa dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur.

4. Mintalah pengampunan. Pertobatan adalah aspek yang penting untuk keberhasilan dalam berpuasa dan berdoa.

  • Dengan arahan dari Tuhan, buatlah daftar dosa-dosa Anda. Buatlah agar daftar ini selengkap mungkin.
  • Akuilah dosa-dosa ini kepada Tuhan, mintalah dan terimalah pengampunan.
  • Anda juga harus bersedia memaafkan mereka yang pernah berbuat salah kepada Anda, dan Anda harus meminta maaf atas kesalahan Anda jika Anda pernah berbuat salah kepada orang lain.
  • Mintalah agar Tuhan memberikan tuntunan tentang cara membantu Anda memperbaiki kesalahan Anda.

5. Berdoalah untuk memutuskan siapa saja yang perlu diberi tahu bahwa Anda sedang berpuasa. Sebenarnya, meminta persetujuan dari orang lain akan menghilangkan makna berpuasa. Untuk itu, Anda bisa memberi tahu mereka yang Anda yakini sebagai orang-orang yang bisa memberikan dukungan rohani kepada Anda selama Anda berpuasa.

  • Para pastor, orang-orang yang Anda kasihi, dan pembimbing rohani biasanya merupakan pilihan yang tepat.
  • Mintalah petunjuk dari Tuhan kepada siapa Anda harus meminta dukungan.

6. Ikutilah panduan dalam persiapan fisik. Sebagai tambahan dalam melakukan persiapan rohani sebelum berpuasa, Anda juga harus melakukan persiapan secara fisik.

  • Mulailah perlahan-lahan, khususnya jika Anda baru mulai berpuasa. Makanlah sedikit sebelum Anda berpuasa untuk mempersiapkan tubuh Anda.
  • Hindarilah kafein selama 24 jam penuh sebelum Anda berpuasa, sebab kekurangan kafein bisa menyebabkan dan meningkatkan sakit kepala.
  • Kurangilah gula sedikit demi sedikit dari diet Anda, sebab orang-orang yang mengkonsumsi banyak gula biasanya mengalami kesulitan dalam berpuasa.
  • Berusahalah untuk melakukan diet ketat dengan mengkonsumsi makanan yang tidak diolah selama beberapa hari sebelum Anda berpuasa.

Share:
Komentar

Berita Terkini