-->

Ingat dan Lakukan 3 Hal Ini Selama Masa Prapaskah

Editor: iKatolik.net author photo

Ingat dan Lakukan 3 Hal Ini Selama Masa Prapaskah

ikatolik.net
-  Tak terasa kita sudah memasuki masa Prapaskah hingga setelah perayaan Rabu Abu sebagai pembukaan masa puasa.

Tentu sudah banyak yang kita lakukan, entah melalui doa-doa maupun praktik-praktik iman. Kita sudah berusaha sekuat tenaga untuk berpuasa dan berpantang. Itu semua dapat mengantar kita semakin dekat dengan Allah dan Yesus sendiri.

Sembari terus berusaha konsisten pada niat awal di masa Prapaskah kali ini, ada tiga hal yang perlu kita ingat. Kita juga dapat menyerukannya berulang-ulang agar kita tidak lupa motivasi kita menjalani masa Prapaskah ini.

Sebab bila puasa dan pantang serta laku rohani yang kita jalani tanpa motovasi dan tujuan yang jelasa maka sia-sialah usaha dan kerja keras kita.

Inilah tiga hal yang perlu kita serukan dalam hati secara berulang selama masa Prapaskah:

Yesus yang memanggil

Mari kita ingat ketika Yesus memanggil para murid-Nya. “Mari, ikutilah Aku,” adalah kalimat undangan yang dikatakan Yesus. Para murid yang mendengar undangan itu, langsung mengikuti Yesus. Mereka adalah peletak dasar kekristenan.

Beato Ramon Lull, seorang penulis dan mistikus abad ke-13 juga punya pengalaman serupa. Setelah hidupnya yang penuh glamor, di suatu ketika ia mendapatkan pengalaman iman dipanggil oleh Yesus. “Ikutilah aku”.

Prapaskah adalah masa dimana kita berdiam diri untuk mendengar panggilan Yesus, “Mari, ikutilah Aku”.

Musim pemuridan dan pertobatan

Prapaskah adalah masa dimana kita mengoreksi kesiapan kita untuk menjadi murid-Nya sembari mengoreksi diri untuk memperbaiki yang masih kurang.

Emeritus Paus Benediktus XVI pernah merefleksikan, dalam masa Prapaskah kita masing-masing diminta oleh Tuhan untuk menandai titik balik dalam kehidupan kita, berpikir dan hidup sesuai dengan Injil, mengoreksi beberapa aspek dari cara kita berdoa, bertindak, atau bekerja dan dari kita hubungan dengan orang lain.

“Yesus membuat seruan ini kepada kita karena Dia memperhatikan kebaikan kita, kebahagiaan kita dan keselamatan kita. Di pihak kita, kita harus menanggapinya dengan upaya batin yang tulus, meminta-Nya untuk membuat kita memahami cara-cara khusus mana yang harus kita ubah,” tulis Paus Benediktus XVI.

Terjal dan berat

Masa Prapaskah ini adalah waktu bagi kita untuk mengingat bahwa jalan kehidupan ini bukanlah jalan mudah. Jalan hidup kita penuh kelok, terjal dan berat. Kita tidak bisa bersantai.

Selain karena kelemahan kita sebagai manusia, patokan untuk menjadi murid Yesus juga terasa berat. Kita harus bersiap diri memanggul salib dan mengikuti-Nya.

Inilah tiga hal yang perlu kita ingat dan ulang-ulangkan dalam refleksi kita selama masa Prapaskah ini. Semoga kita bisa kuat dalam menyukseskan masa Prapaskah ini.

Share:
Komentar

Berita Terkini