-->

Tersangka Penyerangan Gereja Prancis Didakwa Pasal Terorisme

Editor: iKatolik.net author photo

Tersangka Penyerangan Gereja Prancis Didakwa Pasal Terorisme
Foto: AP/Mehdi El Arem

ikatolik.net
- Kasus penyerangan terhadap sebuah gereja Katolik di Nice Prancis pada bulan Oktober lalu kini telah memasuki babak baru.

Menurut keterangan pemerintah Prancis, pelaku penyerangan di Notre Dame de Nice itu telah didakwa dengan pasal terorisme yang berlaku di negara tersebut.

"Pelaku bernama Brahim Aouissaoui (21) didakwa dengan pasal pembunuhan yang berhubungan dengan terorisme dan tindakan mereka merupakan aksi kriminal" ungkap pejabat setempat melansir CNA.

Menewaskan Tiga Orang

Penyerang pada 29 Oktober 2020 lalu itu menewaskan tiga orang di dalam gereja, termasuk seorang ibu berusia 44 tahun dari tiga anak; seorang wanita berusia 60 tahun yang datang ke gereja untuk berdoa; dan gereja sakristan berusia 55 tahun.

Penyerang menggunakan pisau untuk melakukan pembunuhan dan dilaporkan meneriakkan “Allahu Akbar” saat melakukannya. Pelaku ditembak dan ditangkap oleh polisi, dan dikirim ke rumah sakit.

Aouissaoui dilaporkan tiba di Eropa pada akhir September, pertama kali di pulau Lampedusa Italia sebelum melakukan perjalanan ke Prancis.

Seorang pria berusia 47 tahun yang diduga melakukan kontak dengan Aouissaoui ditangkap pada 30 Oktober.

Respon Umat Muslim Prancis

Mohammed Moussaoui, presiden Dewan Kepercayaan Muslim Prancis, mengutuk serangan teroris itu dan meminta Muslim Prancis untuk membatalkan perayaan Maulid, perayaan ulang tahun Muhammad pada 29 Oktober, “sebagai tanda duka dan solidaritas dengan para korban dan orang yang mereka cintai. . ”

Kardinal Robert Sarah, prefek dari Kongregasi Ibadah Ilahi, menanggapi berita penyerangan terhadap basilika tersebut, menulis di Twitter: 

“Islamisme adalah fanatisme yang mengerikan yang harus diperangi dengan kekuatan dan tekad ... Sayangnya, kami orang Afrika mengetahui hal ini terlalu baik. Orang barbar selalu menjadi musuh perdamaian. Barat, sekarang Prancis, harus memahami ini."*

Share:
Komentar

Berita Terkini