Seruan Moral KWI kepada Masyarakat Soal Pilkada Serentak 2020

Editor: iKatolik.net author photo

Seruan Moral KWI kepada Masyarakat Soal Pilkada Serentak 2020
Foto: Dok. KWI

ikatolik.net
- Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) melalui Komisi Kerasulan Awam mengeluarkan seruan moral bertajuk "Mewujudkan Pilkada yang Bertabat dan Sehat" pada Jumat (4/12/2020).

Seruan tersebut sebagai bentuk kepedulian KWI terhadap proses Pilkada tahun 2020 yang diselenggarakan 9 Desember mendatang di tengah wabah pandemi Covid-19.

Mengingat pesta demokrasi tersebut akan berlangsung di 270 tempat, meliputi 9 provinsi, 34 kota, dan 224 kabupaten maka imbauan untuk tetap menaati protokol kesehatan tetap harus terus diperhatikan.

Dalam rilis yang diterima ikatolik.net, seruan tersebut ditandatangani Mgr. Vincensius Sensi Potokota sebagai Ketua Kerawam dan Romo PC. Siswantoko, Pr sebagai Sekretaris Komisi tersebut.

Berikut tujuh seruan moral Komisi Kerasulan Awam KWI untuk masyarakat Indonesia dalam menyambut Pilkada serentak tahun 2020.

1. Umat Katolik sebagai pemilih hendaknya menggunakan hak politiknya secara benar, bijak, dan cerdas. Memahami tata cara pemungutan suara  di tengah pandemi Covid-19, mengenal calon kepala daerah yang akan dipilih, dan menentukan pilihan berdasarkan hati nurani.

2. Umat Katolik diharapkan mematuhi Protokol Kesehatan, lebih-lebih saat memberikan hak suaranya di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Memakai masker yang benar, menjaga jarak aman saat bertemu dengan orang lain, dan rajin mencuci tangan dengan air yang mengalir atau dengan hand sanitizer.

3. Umat Katolik hendaknya menolak segala bentuk permainan politik kotor seperti politisasi SARA dan bantuan sosial, politik uang, ujaran kebencian, berita bohong, dan ajakan untuk melakukan tindak kekerasan, yang sangat bertentangan dengan nilai-nilai luhur demokrasi.

4. Umat Katolik memilih calon kepala daerah yang berjiwa Pancasilais artinya mereka memiliki wawasan kebangsaan yang memadai, menerima pluralisme, berlaku adil terhadap semua agama, suku, dan golongan. 

Disamping itu, para calon kepala daerah itu mempunyai keberanian untuk melawan berbagai bentuk ekstrimisme, premanisme, dan intoleransi yang sering membuat kehidupan masyarakat semakin berat.

5. Para calon kepala daerah hendaknya mengedepankan budaya berpolitik yang bermartabat dengan berkompetisi berdasarkan kapasitas dan program kerja yang mampu memberikan solusi terhadap berbagai persoalan yang ada di daerahnya serta memberi contoh yang baik dalam mentaati Protokol Kesehatan.

6. Penyelenggara dan pengawas hendaknya menggunakan alat pelindung diri (APD) yang memadai sesuai dengan Protokol  Kesehatan,  memegang teguh undang-undang dan peraturan yang berlaku, menegakkan kode etik penyelenggaraan dan pengawasan, profesional, netral, serta adil

7. Umat Katolik pada khususnya, dan masyarakat pada umumnya diharapkan turut menciptakan suasana damai dan aman, serta memastikan bahwa pilkada benar-benar berjalan langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, adil dan sehat sampai tahapan pilkada selesai.*


Share:
Komentar

Berita Terkini