-->

Selamat Ulang Tahun ke-84 Bapa Suci, Paus Fransiskus

Editor: iKatolik.net author photo

Selamat Ulang Tahun ke-84 Bapa Suci, Paus Fransiskus

ikatolik.net
- Beberapa hari setelah terpilih, Paus Fransiskus mencuri perhatian dunia dengan langkah-langkah kebijakan yang tegas, tetapi lebih karena karisma pribadinya. Paus ini menolak kondisi istana kepausan yang megah.

Ia lebih memilih menumpang bus bersama para kardinal daripada menumpang limusin kepausan, mengemas koper, serta membayar tagihan hotel sendiri.

Pada hari Minggu pertama setelah terpilih, Ia berdiri di luar Gereja paroki di Vatikan untuk menyalami umat seusai ekaristi seperti seorang imam biasa.

Hal-hal seperti itu bisa jadi hanya hal-hal kecil yang menyentuh, tetapi bisa juga menjadi sesuatu yang lebih mengesankan daripada konsep seluruh ensiklik kepausan yang mengajarkan bagaimana menjadi Gereja yang lebih sederhana, rendah hati dan tahu cara merangkul umat.

Namun jangan salah, tindakan-tindakan itu tidak keluar dari seorang naif yang hanya ingin menabrak aturan kepausan, tetapi muncul dari seorang pemimpin yang berpengalaman yang secara hati-hati memikirkan bagaimana menjadi paus.

Dengan kata lain, pria ini memiliki gaya kepemimpinan yang mencerminkan substansi yang nyata.

Berusia 76 tahun saat menjadi Paus, Jorge Mario Bergoglio memiliki pikiran yang tajam dan terlatih sebagai seorang Yesuit. Segudang pengalaman dalam memimpin di berbagai tingkatan pun dimilikinya.

Dengan berani, Bergoglio melawan pemerintahan diktator militer dan memimpin umatnya melewati kemerosotan ekonomi yang paling parah di dunia.

Di kancah dunia internasional, Ia memiliki peran penting. Ia berdiri sebagai pemimpin uskup-uskup Amerika Latin.

Riwayat Hidup

Lahir di Buenos Aires pada 17 Desember 1936, ayah Bergoglio adalah seorang imigran Italia dari wilayah sekitar Turin yang bekerja sebagai buruh kereta api. Bergoglio memiliki empat saudara laki-laki dan perempuan.

Pada mulanya, ia ingin menjadi ahli kimia, namun pada tahun 1958 Bergoglio memutuskan untuk menjadi imam dan bergabung dalam Serikat Yesus.

Sejak awal Bergoglio sudah kelihatan menonjol. Masa mudanya banyak dihabiskan untuk mengajar sastra, psikologi dan filsafat.

Mulai tahun 1973 hingga 1979, Bergoglio menjabat sebagai provinsial Yesuit di Argentina. Dan pada tahun 1980, ia menjadi rektor di seminari tempat awal ia belajar dan menumbuhkan benih panggilannya.

Meskipun para imam Yesuit secara umum tidak disarankan menerima penghargaan gerejawi, terutama di luar negara-negara misi, namun Bergoglio diberi gelar sebagai Uskup Auksiller Buenos Aires pada tahun 1992.

Dan pada tahun 1998, Bergoglio menggantikan Kardinal Antonio Quarracino sebagai Uskup Agung Buenos Aires.

Paus Yohanes Paulus II mengangkatnya menjadi Kardinal pada tahun 2001, dengan gelar Robertus Bellarminus, santo legendaris dari Serikat Yesus.

Menjadi Gembala

Bergoglio banyak mendapat dukungan selama konklaf tahun 2005, konklaf yang telah memilih Joseph Kardinal Ratzinger sebagai Paus Benediktus XVI. Meskipun Bergoglio tidak dijagokan dalam konklaf 2013, namun ia terpilih hanya dalam waktu lima kali putaran suara.

Konklaf itu memutuskan untuk mengangkat Bergoglio menjadi gembala bagi 1,2 miliar umat Katolik Roma di seluruh dunia.

Sejak saat itu, Paus Fransiskus telah menarik simpati banyak orang. Ia menolak menumpang limosin kepausan dan lebih suka berjalan kaki ke berbagai tempat. Ia lebih bersemangat mendatangi orang-orang untuk menyapa daripada mereka datang kepadanya.

Hal penting yang perlu dipahami, Paus Fransiskus memilih bertindak seperti bukan sekadar kebiasaan yang mencengangkan dari seorang yang menjadi Paus. Sebaliknya, kebiasaan tersebut merupakan buah dari refleksi tentang arti menjadi wakil Kristus di dunia ini.

Selamat ulang tahun ke-84 Bapa Suci, Paus Fransiskus. Semoga selalu diberkahi kesehatan dan umur yang panjang. Tuhan Yesus memberkati. *

Share:
Komentar

Berita Terkini