Puji Tuhan! Pastor Katolik di Nigeria Dibebaskan Usai Disekap 10 Hari

Editor: iKatolik.net author photo

Puji Tuhan! Pastor Katolik di Nigeria Dibebaskan Usai Sisekap 10 Hari
Foto: ACI Africa

ikatolik.net
- Sebuah kabar gembira datang dari Nigeria. Pastor Mattehew Dajo akhirnya bebas setelah disekap selama sepuluh hari oleh para penculik bersenjata.

Uskup Agung Abuja, Mgr. Iganitius Kaigama pada Rabu (2/12/2020) mengumumkan kabar gembira tersebut dan mengungkapkan terima kasihnya kepada semua orang yang mendoakan Pastor Dajo.

Selain itu Uskup Kaigama juga mengapresiasi aparat keamanan setempat yang telah membantu dengan sekuat tenaga mengupayakan pembebasan salah satu pastor di keuskupannya itu.

“Kami berdoa semoga ada peningkatan keamanan di negara ini. Maria, Bunda Pertolongan Abadi, doakan kami,” kata Uskup Kaigama melansir CNA pada Jumat (4/12/2020).

Kronologi Penculikan Pastor Dajo

Pada tanggal 22 November 2020 lalu, Pastor Dajo diculik oleh orang-orang bersenjata pada malam serangan di Gereja Katolik St. Antonius yang terletak di Kota Yangoji, Nigeria.

Salah satu rekan imam Pastor Dajo yaitu Kevin Oselumhense Anetor menjelaskan bahwa pada saat kejadian, bandit bersenjata menggrebek paroki dan melakukan penembakan secara sporadis selama kurang lebih 30 menit.

Pada malam itu, kelompok bersenjata menerobos masuk ke dalam kediaman Pastor Dajo dan membawanya pergi. Sementara orang-orang yang berada di situ hanya disuruh keluar ruangan.

Uskup Kaigama dalam keterangannya pasca kejadian tersebut menjelaskan bahwa penculikan umat Katolik di Nigeria adalah masalah berkelanjutan yang tidak hanya mempengaruhi para imam dan seminaris, tetapi juga umat awam

Pembantaian Berlanjut

Pada 28 November 2020 lalu mereka membantai sedikitnya 110 petani dan memenggal sekitar 30 orang di Negara Bagian Borno yang terletak di timur laut Nigeria.

Paus Fransiskus mengatakan pada 2 Desember bahwa dia berdoa untuk Nigeria setelah serangan itu, yang oleh perwakilan Perserikatan Bangsa-Bangsa disebut sebagai serangan langsung paling kejam terhadap warga sipil di negara itu tahun ini.

"Saya ingin meyakinkan doa saya untuk Nigeria, di mana darah sekali lagi tertumpah dalam pembantaian teroris," kata Paus di akhir audiensi umumnya.

“Sabtu lalu, di timur laut negara itu, lebih dari 100 petani dibunuh secara brutal. Semoga Tuhan menyambut mereka dalam kedamaian-Nya dan menghibur keluarga mereka, dan mempertobatkan hati mereka yang melakukan kekejaman serupa yang sangat menyinggung nama-Nya,” katanya.

Tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu, tetapi milisi anti-jihadis setempat mengatakan kepada AFP bahwa Boko Haram beroperasi di daerah itu dan sering menyerang petani. 

Negara Islam Provinsi Afrika Barat (ISWAP) juga disebut sebagai kemungkinan pelaku pembantaian.

Umat Kristiani Jadi Korban

Menurut laporan sebuah organisasi HAM di Nigeria sejak tahun 2015 ada lebih dari 12.000 orang Kristen di Nigeria telah tewas dalam serangan kelompok ekstrimis Islam.

Laporan yang sama menemukan bahwa 600 orang Kristen terbunuh di Nigeria dalam lima bulan pertama tahun 2020.

Umat ​​Kristen di Nigeria telah dipenggal dan dibakar, pertanian telah dibakar, dan pastor serta seminaris menjadi sasaran penculikan dan tebusan.

Boko Haram menculik 110 siswa dari sekolah berasrama mereka pada Februari 2018. Dari mereka yang diculik, seorang gadis, Leah Sharibu, masih ditahan.

“Leah telah menjadi simbol ketahanan Kristiani terhadap konversi paksa,” kata Uskup Agung Kaigama.

Pada kesempatan yang sama, Uskup Kaigama juga mengingatkan semua orang untuk tidak melupakan kejadian tahun 2014 silam dimana 276 orang gadis dari Kota Chibok ditahan untuk dinikahkan secara paksa dan beberapa di antaranya meninggal dunia.

Ia juga meminta kepada semua pihak berwenang agar bahu membahu menghentikan peristiwa mengerikan di negara tersebut. Termasuk meminta dukungan dunia internasional.*

Share:
Komentar

Berita Terkini