Lagi! Seorang Pastor Katolik di Nigeria Diculik Kelompok Bersenjata

Editor: iKatolik.net author photo

Lagi! Seorang Pastor Katolik di Nigeria Diculik Kelompok Bersenjata
Pastor Valentine Ezeagu (Foto: CNA)

ikatolik.net
- Seorang pastor dari Kongregasi Putra Maria Bunda Belaskasih diculik di Nigeria pada Selasa (15/12/2020) saat melakukan perjalanan ke pemakaman ayahnya.

Pastor Valentine Ezeagu sedang mengemudi di tenggara negara bagian Imo, Nigeria ketika empat pria bersenjata keluar dari semak-semak dan memaksanya ke belakang mobilnya dan menyruhnya jalan.

Imam itu dalam perjalanan ke desa asalnya di negara bagian Anambra, tempat Misa pemakaman ayahnya yang dijadwalkan akan diadakan pada 17 Desember.

Umat Katolik setempat terus berdoa agar dia selamat dan bisa segera dibebaskan oleh kelompok bersenjata tersebut.

Ratusan Anak Diculik

Penculik Pastor Valentine terjadi setelah kelompok Islamis Boko Haram mengaku bertanggung jawab atas kasus penculikan terhadap 300 orang siswa di negara bagian Katsina, Nigeria barat laut minggu lalu. 

Uskup Agung Ignatius Kaigama dari Abuja mengecam tingginya tingkat penculikan dan kematian di Nigeria, serta menyerukan pemerintah untuk mengambil lebih banyak tindakan pengamanan.

"Insiden pembunuhan dan penculikan yang saat ini terjadi di Nigeria sekarang menjadi ancaman yang signifikan bagi semua warga," katanya melansir CNA.

“Saat ini, ketidakamanan adalah tantangan terbesar yang dihadapi bangsa ini. Tingkat insiden dan impunitas yang tampak menjadi tidak bisa diterima dan tidak bisa dimaafkan, dengan alasan apapun,” katanya.

Pemerintah Diminta Bertanggung Jawab

Uskup agung menekankan bahwa tanggung jawab utama pemerintah Nigeria yang diabadikan dalam konstitusinya adalah "perlindungan jiwa dan harta benda warganya terlepas dari bujukan etnis dan / atau agama."

Pada tahun 2020, sudah delapan imam dan seminaris telah diculik di Nigeria, termasuk seminaris Michael Nnadi (18), yang terbunuh setelah Boko Haram menculiknys bersama tiga seminaris lain dalam serangan di Seminari Gembala yang Baik di Kaduna.

Kaigama mencatat bahwa korban penculikan yang bermotivasi ideologis menghadapi ancaman kematian yang lebih tinggi dan mungkin mengalami waktu yang lebih lama di tempat rehabilitasi.

“Kekerasan, penculikan dan bandit Boko Haram merupakan pelanggaran berat hak asasi manusia. Penting untuk memperhatikan semua tahapan, proses, dan tren kejadian karena saling terkait" ujar Bapa Uskup. 

"Ketidakadilan struktural yang dialami kaum muda dan kelompok minoritas sangat memprihatinkan, dan jika tidak dikendalikan dapat membawa kita ke titik tanpa harapan,” tutupnya.*

Share:
Komentar

Berita Terkini