Jelang Natal, Uskup Maumere Keluarkan Sembilan Seruan Pastoral

Editor: iKatolik.net author photo

Jelang Natal, Uskup Maumere Keluarkan Sembilan Seruan Pastoral
Mgr. Edwaldus Martinus Sedu (Foto: Media Indonesia)

ikatolik.net
- Uskup Keuskupan Maumere Mgr. Edwaldus Martinus Sedu mengeluarkan seruan pastoral yang berisikan 9 langkah konkret untuk menyukseskan Perayaan Natal 25 Desember 2020 dan Tahun Baru 1 Januari 2021 di masa Pandemi Covid-19.

Uskup melalui seruan pastoral ini mengingatkan para imam, biarawan/wati serta umat beriman agar sebagai komunitas umat beriman, mari kita bersatu dalam doa, serta menjadikan diri sebagai pelopor gerakan memerangi wabah virus corona (covid- 19).

Berikut sembilan hal penting yang tertuang dalam Seruan Pastoral yang dikeluarkan keuskupan Maumere melalui Sekretaris Uskup Maumere RD Ephy Rimo, Jumat (18/12).

Pertama, seluruh aktivitas baik persiapan rohani maupun jasmani dalam rangka Hari Raya Natal 2020 dan Tahun Baru 2020 tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Kedua, seluruh aktivitas pelayanan sakramen dan sakramentalia tetap memperhatikan Pedoman Umum Protokol Pelayanan Ibadat dan Sakramen dalam Misa New Normal Keuskupan Maumere yang telah ditetapkan pada 24 Juni 2020.

Ketiga, demi menghindari terlalu banyaknya umat yang berkumpul pada saat upacara  peribadatan/perayaan Ekaristi pada hari-hari raya, maka perayaan peribadatan/perayaan Ekaristi dirayakan bebrapa kali (minimal 2 kali) pada satu tempat ibadat, dengan tetap memperhatikan dan mematuhi protokol  kesehatan.

Keempat, perayaan yang terjadi pada sore hari, yakni pada Malam Natal (24 Desember 2020) dan Malam tutup Tahun (31 Desember 2020) sebaiknya dirayakan dua kali (2X) pada Pkl, 16.30 dan Pkl. 18.30.

Kelima, untuk memperlancar penerapan protokol kesehatan baik di rumah ibadat maupun di tempat-tempat pertemuan rohani lainnya disiapkan fasilitas kesehatan berupa tempat cuci tangan, hand sanitizer, dll. serta petugas yang siap membantu penerapan protokol kesehatan dan bekerja sama dengan Tim Gugus Tugas Covid- 19 setempat.

Keenam, demi menjaga ketertiban dan keamanan perayaan, maka perayaan peribadatan/misa yang terjadi baik pada pagi, siang maupun sore hari dilengkapi dengan petugas keamanan dari kalangan orang muda, organisasi rohani, THS/THM yang telah disiapkan secara baik dan bekerja sama dengan petugas keamanan setempat.

Ketujuh, umat yang merayakan peribadatan/misa dipastikan sehat, tidak sedang sakit. Yang sedang sakit batuk, pilek, sakit tenggorokan, gangguan pernapasan sangat dianjurkan untuk merayakan peribadatan dari rumah melalui media komunikasi yang ada atau merayakan ibadat di rumah dengan teks ibadat yang disiapkan.

Kedelapan, anak-anak yang mengikuti perayaan peribadatan mesti tetap berada dalam pengawasan orang tuanya. Pemberian berkat untuk anak-anak ditiadakan.

Kesembilan, umat yang baru datang dari luar daerah/pulau dalam hari-hari menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru ini diharapkan melaporkan diri pada pimpinan wilayah setempat (RT/RW/Desa/Kelurahan)serta melakukan isolasi mandiri selama kurang lebih 14 hari demi memutuskan mata rantai penyebaran virus corona.

Share:
Komentar

Berita Terkini