Belajar Menjadi Pribadi Sederhana dari Mgr. Cosmas Michael Angkur

Editor: iKatolik.net author photo

Belajar Menjadi Pribadi Sederhana dari Mgr. Cosmas Michael Angkur
Foto: Ist.

ikatolik.net
- Mgr. Cosmas Michael Angkur, OFM adalah Uskup di Keuskupan Bogor yang memiliki ciri khas hidup dengan sederhana dan rendah hati. 

Beliau lahir pada 4 Januari 1937 di Lewur, Manggarai, Nusa Tenggara Timur dan saat ini telah berusia sekitar 83 tahun.

Mgr. Cosmas adalah anak kelima dari delapan bersaudara, ayahnya bernama Joseph Djadu dan ibunya bernama Odilia Mamus. Sewaktu kecil ia kerap kali dipanggil Michael oleh keluarganya. 

Selama melewati masa kecilnya, Mgr. Cosmas dan keluarga hidup dengan segala kesederhanaan dan tinggal di Labuan Bajo, NTT.

Perjalanan Misi Mgr. Cosmas

Hingga pada tahun 1989-1993 Mgr. Cosmas menjadi gembala di Paroki Santo Paskalis, Cempaka Putih, Keuskupan Agung Jakarta. 

Setelah itu 23 Oktober 1994 ia ditahbiskan menjadi Uskup di Keuskupan Bogor oleh Uskup Agung Jakarta, Mgr. Leo Soekoto, S.J.  dan masa jabatannya berakhir sampai 21 November 2013.

Hidup di lingkungan yang sangat sederhana membuat seorang Mgr. Cosmas tetap terus membuat karya. Sejak kecil, ia diketahui memiliki kelehaman dalam bidang akademik namun memiliki banyak kelebihan lain dibandingkan anak-anak seusianya.

Dalam bidang olahraga misalnya, Mgr. Cosmas beberapa kali menjadi pemenang dalam lomba sepak bola yang jarang diraih oleh anak-anak lain.

Berkarya Hingga ke Papua

Panggilan hidup menjadi seorang gembala umat telah membawa Mgr. Cosmas melewati berbagaimacam tantangan dan rintangan selama hidupnya.

Meski demikian, ia juga telah menimba banyak pengalaman selama perjalanan imannya sebagai seorang gembala. 

Pada tahun 1969 misalnya, ia ditugaskan ke Papua dan menjadi pastor paroki di Sentani. Selain menjadi pastor paroki, Mgr. Cosmas juga ditunjuk sebagai pembina asrama putri untuk siswi SMP Misi di daerah tersebut.

Setengah tahun kemudian, Mgr. Cosmas kemudian dipindahkan di Paroki Kota Wamena untuk membangun organisasi persaudaraan Fransiskan Indonesia.

Dari Paroki Wamena Mgr. Cosmas berhasil mengusahakan lahirnya sebuah paroki baru pada bulan November 1969 di desa Hepuba di pintu selatan Lembah Baliem. 

Karya- karya beliau dalam kepemimpinan semakin banyak, dimulai dari merangkap jabatan sampai melahirkan paroki baru di tanah Papua. 

Menjadi Pemimpin Ordo

Mgr. Cosmas banyak memimpin diberbagai organisasi di antaranya menjadi pemimpin Ordo tahun 1983-1989, selama menjadi pemimpi Ordo beliau sempat menjadi ketua MASI (Majelis Antar Serikat Imam), menjadi ketua MASRI (Majelis Antar Serikat Religius Indonesia).

Melihat keadaan Timor Timur yang pada waktu itu sangat kacau, Mgr. Cosmas merasa sangat prihatin dan ia memiliki misi untuk menjadi pembawa damai, maka pada tahun 1988 beliau membuat komunitas OFM di Same. 

Kemudian beliau juga membuat komunitas Dotik dan Alas yang berkembang ke daerah Welaluha. 

Bukan hanya dalam bidang religi, dalam bidang kemasyarakatan ia juga aktif menjadi anggota DPRD Tingkat I provinsi Irian Jaya. 

Dan setelah itu Mgr. Cosmas diangkat menjadi ketua DPRD II kabupaten Jayawijaya sekaligus menjadi Pembina partai Golkar tahun 1971-1977.

Teladan Mgr. Cosmas

Menjalani kehidupan dengan lingkungan yang sederhana adalah kebiasaan dari seorang gembala umat seperti Mgr. Cosmas. Beliau menjalani panggilan hidup dengan penuh tanggung jawab. 

Prinsip dari pemikirannya sangat patut untuk ditiru, beliau memiliki pemikiran tentang menjalani kehidupan yang sederhana dengan dilengkapi sifat rendah hati. 

Ciri khas dari seorang Mgr. Cosmas adalah menjalani segala hal dengan tanggung jawab dan rendah hati karena hal yang dijalani adalah sebuah misi dari Tuhan.  

Menurut pemikirannya, menjalani kehidupan juga harus dilengkapi sikap akan saling menghargai dan melihat sekeliling lingkungan, dengan seperti itu kehidupan menjadi damai dan tertib. 

Menurut beliau menjadi seorang pemimpin wajib memiliki sifat rendah hati kepada sesama. 

Dengan melihat perjalan hidup dan merenungkan pemikiran seorang gembala umat Katolik Mgr. Cosmas sangat bagus untuk menjadi teladan bagi kehidupan kita di masa sekarang, dimana kita hidup di zaman banyak tantangan yang harus kita lewati. 

Memiliki pemikiran seperti Mgr. Cosmas sangat diperlukan yaitu kita harus menjadi pribadi yang hidup sederhana dan memiliki sifat rendah hati. 

Bahkan bukan hanya itu yang kita perlukan juga memiliki pemikiran yang tanggung jawab dan menjalakankan segala kegiatan sesuai firman Tuhan. 

Mgr. Cosmas juga mengajarkan kita sebagai generasi muda bukan hanya berperan aktif dalam bidang religi namun juga harus berperan aktif dalam bidang kemasyarakatan.

Sebuah tempat dimana kita harus melihat keadaan sekeliling karena lingkungan kita membutuhkan seorang pemimpin yang sederhana, rendah hati dan tanggung jawab sesuai dengan firman Tuhan. 

Oleh: Yudea Cahyaningsih | Mahasiswa Fakultas Ilmu Politik UNAIR Surabaya


Share:
Komentar

Berita Terkini