Suster Zita CB: Kasih Membawa Keselamatan

Editor: iKatolik.net author photo

Suster Zita CB: Kasih Membawa Keselamatan
Foto: Media Indonesia

ikatolik.net
- Hidup membiara merupakan ungkapan hidup manusia, yang menyadari bahwa hidupnya berada di hadirat Allah.

Agar hadirat Allah bisa diungkapkan secara padat dan menyeluruh, orang melepaskan diri dari segala urusan membentuk hidup berkeluarga.

Dilihat dari hidup manusia keseluruhan, ternyata hidup membiara mempunyai nilai dan kepentingannya.

Melalui hidup membiara, umat manusia semakin menemukan dimensi rohani dalam hidupnya. Adalah suster Zita CB yang mengabdi sebagai biarawati yang tidak pernah ia sesali dalam hidupnya.

Ia justru sangat bangga memilih jalan hidup untuk melayani banyak orang yang sampai hari ini ia lewati. Meskipun terkadang tantangan menghadang di depan matanya.

Wanita berusia 75 tahun tersebut sudah hampir 50 tahun mengabdi untuk misi-misi kemanusiaan. Hal tersebut terlebih-lebih dilakukan di daerah pelosok Indonesia.

Selain memberi dukungan secara materi, suster Zita CB memberikan dukungan moril secara penuh.

Sejak 6 tahun lalu, Suster Zita CB berdomisili di Mano, Ruteng, Nusa Tenggara Timur, dengan fokus membantu orang-orang penyandang disabilitas, sakit, maupun kaum lansia.

Setiap hari, di usianya yang sudah tidak lagi muda, tanpa mengenal lelah suster kelahiran Yogyakarta ini mengunjungi beberapa orang yang membutuhkan di Kota Mano.

Suster Zita CB harus menempuh jarak berpuluh-puluh kilometer dengan berjalan kaki.

“Di situ kan dirasa masyarakat perlu perhatian, kami berpegang teguh dengan visi dan misi ingin memuliakan Tuhan. Kami mendekati mereka dengan cinta kasih. Karena kasih selalu membawa keselamatan,” ungkap Suster Zita CB.

Sebelum mengabdi di NTT, Suster Zita CB juga pernah ditempatkan di kota-kota lain, seperti Bandung, Jawa Barat, dan Sorong, Papua.

Permasalahan hidup masyarakat yang dibantunya pun beragam, dari masalah ekonomi hingga kesehatan.

Bahkan, saat di Sorong, Papua, Zita mengaku ditempatkan pada lingkungan pekerja seks komersial (PSK).

Namun, tanpa rasa takut, Suster Zita CB mendatangi para PSK dan para germo di lokalisasi dan bar-bar hingga panti pijat plus-plus untuk menyosialisasikan dan mencegah penyebaran HIV/AIDS.

Hal tersebut kadang dilakukannya dari pagi hingga malam hari. 

“Saat itu kami memang belum menemukan banyak penderita HIV/AIDS, baru satu atau dua orang. Tapi kalau ditelusuri, mungkin lebih banyak karena kan saat itu belum diketahui bagaimana penularan, pengobatan, dan pelayanannya,” ungkapnya

Tanpa pertengkaran

Untuk bisa membawa mereka ke jalan yang benar tanpa ada pertengkaran, ia mengaku tidak bisa melarang para PSK dan germo ini melakukan hal tersebut, tetapi Zita mencoba mencegahnya dengan pendekatan kasih.

“Kami tidak pula mengatakan berdosa, tetapi mengatakan bahwa nanti kami pulang ke Bapak harus bersih, kami juga harus bertobat. Harus dengan kasih untuk mengubah mereka kembali,” kata suster Zita

Dari usahanya, banyak beberapa PSK akhirnya bertobat dan berganti mata pencarian, ada juga yang sudah hidup mandiri, bahkan angka penderita HIV/AIDS menurun.

Kini di usia tak lagi muda, Suster Zita CB tidak pernah berpikir untuk berhenti menolong sesama. Perempuan yang hobi bercocok tanam dan berternak ini akan terus mengabdi hingga akhir dirinya menutup mata.

Dia diundang ke #KickAndy Show yang tayang perdana pada (27/12/2019) di youtube. Di link deskpripsi ditulis demikian,

“Hidup untuk pengabdian. Itulah kalimat yang pas untuk mendeskripsikan narasumber #KickAndy berikut ini, Suster Zita CB.”

Video tersebut sudah ditonton ribuan kali dan mendapat like dan komentar yang tidak sedikit.

Semoga suster Zita CB menjadi inspirasi kita bahwa untuk menyadarkan orang lain tidak selalu dengan menghakiminya. Sebaliknya kita harus merangkul penuh cinta kasih seturut kehendak Bapa.

Share:
Komentar

Berita Terkini