-->

Seorang Diaken Katolik Mulai Pulih Setelah Ditusuk di Gereja Michigan

Editor: iKatolik.net author photo

Seorang Diaken Katolik Mulai Pulih Setelah Ditusuk di Gereja Michigan
Foto: CNA

ikatolik.net
- Kesukupan Kalamazoo telah mengumumkan bahwa seorang diaken yang ditikam di luar sebuah gereja Michigan beberapa waktu lalu sedang dalam pemulihan di rumah sakit rehabilitasi.

Berdasarkan rilis yang disampaikan oleh pihak keuskupan diketahui bahwa kabar tentang kondisi diaken bernama Joe Schmitt yang baik-baik saja membuat mereka sangat senang.

Mereka juga berterima kasih kepasa semua orang yang terus mendoakan diaken Joe dan istrinya bernama Becky selama menjalan proses perawatan hingga perawatan penyembuhan selanjutnya.

Ditikam di Depan Gereja

Diaken Joe Schmitt (71) ditikam beberapa kali pada 5 November 2020 lalu di luar Gereja St. Mary di Kalamazoo.

Diaken Joe sebenarnya bertugas di gereja yang berbeda dan pergi ke tempat kejadian untuk menghadiri misa. Ternyata dia salah melihat jadwal dan tidak menemukan seorang pun di paroki itu.

Becky Schmitt, istri diaken, mengatakan kepada WWMT News bahwa ketika dia berdiri di luar gereja, seorang pria mendekat dan meminta dompet suaminya. 

Setelah diaken mengatakan dia tidak membawa dompet, perampok itu menikamnya berulang kali di leher dan bahu.

"Joe bisa berdiri kembali, dia kehilangan sepatunya, kehilangan kacamatanya dan benda-benda lain. Dia tahu ada tempat penitipan anak di dekat sini, jadi dia bisa pergi ke sana. Dia bilang dia menutupi lukanya dengan masker" terang sang istri.

Menjalani Operasi Darurat

Setelah petugas penitipan anak menelepon 911, diaken dibawa ke rumah sakit yang jaraknya hanya tujuh blok. 

Dia menjalani operasi darurat untuk trakea yang tertusuk, dan beberapa luka tusuk lainnya. Dokter memberi tahu keluarga Schmitt bahwa diaken telah kehilangan 20% darahnya.

Schmitt, yang ditahbiskan sebagai diaken pada tahun 1989, diharapkan kembali ke rumah minggu depan. 

Istrinya mengatakan paroki dan organisasi lain telah menjangkau dengan dukungan. Dia juga mengatakan dia mengharapkan keadilan dan belas kasihan bagi penyerang suaminya.

"Saya pikir ada banyak orang yang putus asa karena keadaan virus korona, kemiskinan, kehilangan pekerjaan, rasisme, semua itu," katanya kepada WWMT, mendorong doa untuk keadilan dan belas kasihan.

Share:
Komentar

Berita Terkini