-->

Paus Fransiskus Merayakan Misa untuk Kardinal dan Uskup yang Sudah Meninggal

Editor: iKatolik.net author photo

Paus Fransiskus Merayakan Misa untuk Kardinal dan Uskup yang Sudah Meninggal
Foto: Vatican Media

ikatolik.net
- Paus Fransiskus pada hari Kamis (5/11), merayakan Misa Requiem di Basilika Santo Petrus untuk enam Kardinal dan 163 Uskup yang telah meninggal dalam 12 bulan terakhir.

Perayaan liturgi kudus tersebut dihadiri oleh sejumlah kecil umat beriman dengan menaati protokol kesehatan yang ketat.

Kebangkitan dan hidup

Dalam homilinya, Paus Fransiskus berbicara tentang kata-kata Yesus dari kisah Injil tentang kebangkitan Lazarus dari kematian serta pengakuan iman Marta kepada-Nya.

Kata-kata Yesus yang berbunyi: "Akulah kebangkitan dan hidup", menurut Bapa Suci telah membawa harapan bagi Marta pada kebangkitan masa kini.

Hal ini menurutnya juga telah menantang kita untuk percaya pada kebangkitan sebagai kenyataan yang bahkan sekarang secara misterius bekerja dalam hidup kita.

Saat menghadapi kematian, kita mengalami kesedihan dan kebingungan. Tetapi dengan wahyu Yesus, kita dapat melihat realitas yang tidak terlihat, dan melihat segala sesuatu dalam terang keabadian.

"Mereka yang melihat sesuatu hanya dari sudut pandang duniawi tidak dapat memahami rencana Tuhan bagi mereka yang Dia cintai," kata Paus. 

Namun, ketika kita melihat sesuatu dari sudut pandang Tuhan, kematian tidak lagi dipahami sebagai kemalangan, melainkan sebagai tindakan pemeliharaan Tuhan, yang pikirannya tidak seperti kita.

Berdoa untuk orang mati

Paus Fransiskus melanjutkan bahwa saat kita berdoa untuk para Kardinal dan Uskup yang sudah meninggal, kita meminta Tuhan untuk membantu kita mempertimbangkan dengan benar perumpamaan tentang hidup mereka.

Semua orang menurut Bapa Suci telah merasakan ketakutan akan kematian; dan bahkan orang percaya harus terus-menerus bertobat ke dalam iman akan kebangkitan. 

"Kematian bukanlah kehancuran total orang itu" tegas Paus Fransiskus.

Visi hidup yang benar

Paus Fransiskus juga menekankan bahwa mendoakan orang mati sangat bermanfaat bagi mereka yang tetap tinggal di kehidupan duniawi ini.

Mereka menanamkan dalam diri kita visi hidup yang sebenarnya; itu mengungkapkan kepada kita arti pencobaan yang harus kita tanggung untuk memasuki kerajaan Allah.

"Mereka membuka hati kita pada kebebasan sejati dan menginspirasi kita tanpa henti untuk mencari kekayaan abadi" kata Paus Fransiskus

Mengingat kesaksian mereka yang telah meninggal

Kehidupan mereka yang mengikuti Tuhan dibentuk oleh keinginan untuk melakukan apa yang menyenangkan Tuhan, lanjut Paus. 

Jadi kita mengingat dengan rasa syukur kesaksian dari para Kardinal dan Uskup yang telah meninggal, yang diberikan dalam kesetiaan pada kehendak Tuhan. 

"Kita berdoa untuk mereka, dan kita berusaha untuk mengikuti teladan mereka. ”

Paus Fransiskus mengakhiri homilinya dengan doa agar Tuhan terus mencurahkan Roh kebijaksanaan-Nya kepada kita, terutama selama masa pencobaan ini.

"Tuhan tidak meninggalkan kita, tetapi tetap di tengah-tengah kita, selalu setia pada janji-Nya: 'Ingat, aku selalu bersamamu, sampai akhir zaman'," ungkap Paus Fransiskus.*

Share:
Komentar

Berita Terkini