Pastor Matthew Dajo Diculik Kelompok Bersenjata di Nigeria

Editor: iKatolik.net author photo

Pastor Matthew Dajo Diculik Kelompok Bersenjata di Nigeria
Foto: CNA

ikatolik.net
- Uskup Agung Ignatius Kaigama meminta doa kepada seluruh umat Katolik untuk pembebasan seorang imam yang diculik di Abuja beberapa waktu lalu.

Imam katolik bernama Pastor Matthew Dajo itu diculik beberapa hari lalu dan belum dibebaskan hingga berita ini ditulis.

Menurut rekannya Pastor Pattrick Alumuku sebagaimana dilansir CNA, polisi setempat saat ini sedang berunding dengan kelompok bersenjata untuk pembebasan Pastor Matthew.

Seruan Uskup Ignatius

Beberapa hari lalu tepatnya 25 November 2020, Uskup Agung Ignatius Kaigama dari Abuja meminta doa kepada umat saat acara virtual tentang orang-orang Kristen yang dianiaya untuk pembebasannya.

“Salah satu pastor saya di Abuja diculik dan dia masih ditahan. Mohon doakan agar dia dibebaskan dengan selamat,” kata uskup agung itu.

Pastor Dajo diculik oleh orang-orang bersenjata selama serangan di kota Yangoji, tempat Gereja Katolik Paroki St. Antonius berada.

“Bandit bersenjata menggerebek komunitas dan menembak secara sporadis selama sekitar 30 menit,” terang Pastor Kevin Oselumhense Anetor kepada kantor berita ACI Africa.

Orang-orang bersenjata itu menembus pagar rumah sang pastor, sementara yang lain disuruh keluar semua sebelum mereka membawa Pastor Dajo.

Penculikan Umat Katolik Nigeria

Penculikan umat Katolik di Nigeria adalah masalah berkelanjutan yang tidak hanya mempengaruhi para imam dan seminaris, tetapi juga umat awam, kata Kaigama.

"Kami memiliki kasus penculikan, penahanan, dan pembunuhan oleh kelompok teroris, kriminalis, bandit, dan geng penculik yang harus dihadapi," katanya.

“Minggu lalu, di salah satu paroki kami di Keuskupan Agung Abuja di belakang rumah paroki, lima anak dari orang tua yang sama diculik, dan keesokan harinya seorang wanita yang sedang mempersiapkan pernikahan gerejanya juga diculik. Mereka belum ditemukan" ungkap Uskup.

Boko Haram Bertanggungjawab

Kelompok Islamis Boko Haram berada di balik banyak penculikan, termasuk 110 siswa yang diculik dari sekolah asrama mereka pada Februari 2018. Dari mereka yang diculik, seorang gadis, Leah Sharibu, masih ditahan.

"Leah telah menjadi simbol ketahanan Kristen terhadap konversi paksa," kata uskup agung itu.

Dia menambahkan bahwa kita tidak boleh melupakan 112 gadis Chibok yang tersisa dan lainnya yang disekap dengan banyak yang mati atau dinikahkan secara paksa.

Hal ini mengacu pada kejadian tahun 2014 dimana ada setidaknya 276 gadis di kota Chibok, Negara Bagian Borno, Nigeria diculik oleh kelompok ini.

“Orang lain seperti dia digunakan sebagai tameng manusia, budak seks, atau alat tawar-menawar untuk tebusan dari pemerintah dan organisasi internasional,” katanya.

“Penculikan dan konversi paksa gadis-gadis Kristen di bawah umur adalah nyata. Di sisi lain, gadis Muslim yang dengan bebas memilih menikah dengan pria Kristen menghadapi ancaman kematian".

Butuh Perhatian Besar

Pada acara yang diselenggarakan oleh Aid to the Church di Need UK itu, uskup agung Nigeria meminta dukungan untuk komunitasnya yang berjuang dengan serangan Boko Haram dan kelompok lainnya.

“Negara-negara Barat perlu memberikan perhatian yang sama terhadap kenyataan ini seperti yang mereka lakukan dengan penuh semangat di negara mereka dalam kasus pandemi COVID-19,” katanya.

"Sabuk Tengah yang didominasi Kristen dan beberapa bagian Nigeria utara tidak akan memiliki masa depan jika kelompok seperti Boko Haram dan kelompok teror sekutu terus melecehkan mereka."

"Inggris dan negara lain dengan akar Kristen harus berbicara dan bertindak lebih mendukung kebebasan di Nigeria utara."

Kaigama mengatakan bahwa Perserikatan Bangsa-Bangsa, Uni Eropa, dan negara-negara penting seperti Amerika Serikat juga dapat berbuat lebih banyak dalam berbagi intelijen strategis dan memberikan lebih banyak dukungan teknis dalam menghadapi ancaman teroris tersebut.

“Kami bersatu dalam doa dan tindakan untuk orang-orang Kristen yang ditahan secara tidak adil karena iman mereka. Kami sangat mendesak agar mereka semua dibebaskan,” katanya.*

Share:
Komentar

Berita Terkini