-->

Misionaris Mali: Pemberontak Jihadis Muncul Dipicu oleh Kemiskinan

Editor: iKatolik.net author photo

Misionaris Mali: Pemberontak Jihadis Muncul Dipicu oleh Kemiskinan
Foto: AFP

ikatolik.net
- Seorang imam White Fathers, Pastor Arvedo Godina menyoroti kemiskinan, ketidakadilan dan korupsi sebagai penyebab utama konflik pemberontak jihadis di Mali.

Pemerintah Mali yang memasuki masa transisi sedang memerangi pemberontakan yang didorong oleh ekstremis agama dimana banyak anak muda direkrut dengan mudah oleh kelompok-kelompok itu akibat kemiskinan.

“Jihadisme dipicu oleh ketidakadilan, kemiskinan dan kesengsaraan,” tegas Pastor Arvedo Godina melansir Vatican News.

"Ribuan pemuda pengangguran mencari harapan, yang mereka temukan dalam bentuk religiusitas ekstrem yang membuat mereka angkat senjata melawan siapa pun yang tidak menganut kepercayaan mereka," lanjutnya.

Masalah Pengangguran di Mali

Menurut Pastor Arvedo dari 10.000 anak laki-laki dan perempuan yang lulus setiap tahun, “hanya seribu yang dapat segera mendapatkan pekerjaan.

Sementara 9.000 lainnya tetap menganggur dan terus melamar posisi publik, seringkali dengan prospek yang buruk. Banyak lagi yang bisa, hijrah.

Pastor Arvedo telah melayani sebagai imam misionaris di Keuskupan Bamako selama 52 tahun. 

Ia adalah Pembimbing Pertama di Paroki Kati, kemudian Ia menjadi Dosen dan Direktur Seminari Kulikoro. Sejak 1992, dia melayani di pusat pelatihan katekis dekat misi Kati.

Saling Menerima dan Berdialog tentang Konflik

Pastor Arvedo menjelaskan bahwa situasi konflik agama ekstremis brutal di negara itu tidak selalu seperti ini. Bahkan, ia menilai budaya lokal dilandasi oleh sikap ramah.

Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa dia baru-baru ini menghitung bahwa 49% pasangan di komunitas Kati adalah campuran, dengan individu Kristen dan Muslim yang menikah. 

Saling menerima ini menurutnya merupakan dialog nyata terjadi dalam keluarga dan karena itu memiliki akar yang dalam. Namun, rasa saling menghormati ini terancam oleh penyebaran ekstremisme Islam.

Masalah Kemiskinan

Selama menjadi imam yang melayani umat di penjara, Pastor Arvedo sangat dekat dengan para milisi yang ditangkap karena melakukan pemberontakan.

Pastor Arvedo mengatakan banyak orang muda miskin tanpa harapan masuk ke jaringan jihadis dengan alasan ingin berperang melawan orang Barat dan Kristen yang mereka lihat sebagai penyebab kesengsaraan mereka.

Dia berkata bahwa dia mencoba untuk membuat banyak orang memahami agama Kristen dan terkadang mampu menjalin persahabatan dengan beberapa orang. 

Namun, yang lain menolak dialog, dan ketika mereka dibebaskan, siap untuk kembali ke jajaran ekstremis agama lagi.

Situasi yang semakin memperburuk situasi adalah momok korupsi yang meluas dan merupakan hambatan bagi pertumbuhan sosial dan ekonomi bangsa tersebut.

PBB memperkirakan bahwa peredaran narkoba internasional ilegal di Mali yang menghasilkan beberapa miliar per tahun, mengarah pada korupsi lebih lanjut, kekerasan, keputusasaan dan kecanduan narkoba.

Share:
Komentar

Berita Terkini