Mgr Petrus C Mandagi Diangkat Paus Fransiskus Menjadi Uskup Merauke

Editor: iKatolik.net author photo

Mgr Petrus C Mandagi Diangkat Paus Fransiskus Menjadi Uskup Merauke
Foto: Teras Maluku

ikatolik.net
- Umat Keuskupan Agung Merauke, Papua akhirnya memiliki uskup baru sepeninggalan Mgr Yohanes Philipus Saklil yang meninggal pada Agustus 2019 lalu.

Hal ini ditandai oleh keputusan Paus Fransikus yang menunjuk Mgr Petrus Canisius Mandagi MSC (71) menjadi uskup di wilayah tersebut pada Rabu (11/11/2020).

Pengumuman pengangkatan Mgr Mandagi disampaikan oleh Pastor Hendrikus Kariwop MSC dari Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Merauke di Gereja Katedral Marauke Santo Fransiskus Xaverius tepat pukul 20.00 WIT.

Uskup Amboina Sejak 1994

Sebelum ditunjuk sebagai uskup Merauke, Mgr Mandagi sudah menjadi Uskup Amboina sejak tahun 1994. Di tanah misi ini, ia memiliki peran cukup besar untuk ikut memadamkan bara konflik sosial yang meletus dua dekade lalu.

Mgr Mandagi sebelumnya juga sempat bertugas menjadi Administrator Apostolik Keuskupan Agung Merauke. 

Ia menggantikan Mgr Yohanes Philipus Saklil yang meninggal pada Agustus 2019. Sejak saat itu, Mandagi, yang juga Uskup Amboina, sering pulang pergi Papua-Maluku.

Dengan diangkatnya Mandagi sebagai Uskup Agung Merauke, dia akan menetap  di Merauke. 

Untuk sementara, sambil menunggu pengangkatan Uskup Amboina yang baru, Mandagi masih bertanggung jawab atas Keuskupan Amboina.

Jalan Iman Mgr Mandagi di Tanah Misi

Mgr Mandagi mulai bertugas sebagai Uskup Amboina setelah menggantikan Uskup Andreas Sol MSC. 

Selama 26 tahun terakhir, Mgr Mandagi yang berasal dari Minahasa itu banyak berkiprah untuk urusan sosial kemanusiaan di Keuskupan Amboina, yang meliputi Maluku dan Maluku Utara.

Peran Mgr Mandagi yang paling terasa adalah menjadi salah satu tokoh perdamaian kala Maluku dilanda konflik sosial bernuasa agama pada 1999. 

Oleh banyak kalangan di Maluku, Mandagi dianggap sebagai ”Bapak” orang Maluku. Kendati populasi umat Katolik tak lebih dari 10 persen, suara Mandagi sangat didengar di sana.

Ingin Membawa Kedamaian di Papua

Dalam keterangannya beberapa waktu lalu, Mgr Mandagi menyatakan ingin membawa kedamaian di tanah Papua. Ia prihatin dengan banyaknya kekerasan di sana. 

”Kedamaian itu bisa hadir kalau ada kasih sayang dan pengampunan,” ujar Mandagi.

Selama menjadi Administrator Apostolik Keuskupan Agung Merauke, Mandagi beberapa kali mendampingi umat Katolik yang menjadi korban pelanggaran HAM. 

Salah satunya, pemukulan yang diduga dilakukan oknum polisi terhadap Marius Betera, seorang warga, di perkebunan sawit di Distrik Jair, Kabupaten Boven Digoel, Papua, 16 Mei 2020. Beberapa jam setelah peristiwa tersebut, Marius meninggal.

Penunjukkan ini sangat diapresiasi oleh semua umat Katolik dan diharapkan mampu membawa Papua jauh dari berbagai macam pelanggaran HAM yang sering kali diabaikan oleh pemerintah.

Selamat bertugas Mgr Petrus Canisius Mandagi, tetap sehat dan semoga selalu berada dalam naungan Tuhan. Amin*

Share:
Komentar

Berita Terkini