-->

Makna Pengambilan Air Suci Sebelum Masuk Gereja

Editor: iKatolik.net author photo

v
Foto: Amor Post

ikatolik.net
- Bagi umat Katolik, air berkat atau air suci bukanlah sesuatu yang asing. Air dalam Gereja Katolik mempunyai arti penting, salah satu sebagai simbol kehidupan juga pembaharuan.

Umat Katolik dibaptis untuk menjadi pengikut Kristus menggunakan air. Salah satu penggunaan air yang juga lazim dalam tradisi Gereja Katolik yakni air suci.

Disebut air suci karena air itu telah diberkati oleh seorang imam atas kuasa Roh Kudus. Air suci kemudian digunakan untuk berbagai hal.

Air suci sudah sering ditemui dalam bejana di pintu-pintu Gereja Katolik juga saat pemberkatan baik barang-barang rohani, bangunan maupun pemberkatan umat.

Namun, mungkin banyak yang belum tahu asal muasal penggunaan air suci, mengapa digunakan dan manfaat yang bisa diperoleh dari air suci.

Berikut ini adalah ulasan tentang makna pengambilan air suci sebelum memasuki gedung gereja, yang disadur dari tulisan karya Scott Hahn yang berjudul “Tanda-tanda Kehidupan, 40 Kebiasaan Katolik dan Akar Biblisnya” terbitan Dioma Publishing, 2011, hal. 35:

Pengambilan air suci sebelum kita memasuki gereja tidak terlepas dari penghayatan akan pentingnya air di dalam hidup manusia, karena air merupakan simbol penting yang menggambarkan kehidupan. Ya, sebab hidup jasmani kita dimulai di dalam air, demikian pula hidup rohani kita.

Air merupakan awal kehidupan. Dalam Kitab Kejadian penciptaan alam semesta dimulai dengan “Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.” (Kej 1:2).

Demikian pula yang terjadi dalam kehidupan setiap manusia, kita memperoleh wujud insani kita di dalam kantung cairan, “air ketuban” dalam rahim ibu; dan ketika kantung air ini pecah, kelahiran dimulai.

Demikian pula, kita mengawali kunjungan kita ke gereja dengan mencelupkan air ke dalam bejana air suci, dan dengan air itu kita membuat tanda salib, yang mengingatkan kita akan Allah Tritunggal Mahakudus: Allah Bapa, Putera dan Roh Kudus, yang di dalam-Nya kita dibaptis dan memperoleh kehidupan ilahi.

Sudah sejak jaman Gereja awal, air digunakan dalam doa Kristiani. Bapa Gereja abad ke-2, Tertulianus, mencatat kebiasaan simbolis membasuh tangan sebelum menadahkannya dalam doa (Tertullian, On Prayer, p. 13).

Kebiasaan ini juga sudah ada di kalangan Yahudi, dan kemungkinan ini yang dicatat oleh Rasul Paulus dalam suratnya kepada Timotius dalam 1 Tim 2:8. 

Sejarahwan Eusebius (320) mencatat bahwa sebuah gereja di Tirus memiliki air mancur pada pintu masuknya sebagai tempat kaum beriman membasuh tangan mereka.

Namun penggunaan air di pintu masuk gereja bukan sekadar sebagai tempat membasuh tangan, tetapi lebih kepada makna simbolis akan kehidupan itu sendiri, penyucian/ pertobatan dan kelahiran kembali.

Air itu mengingatkan kepada air bah di zaman Nabi Nuh, yang olehnya kemudian keluarga Nabi Nuh memperoleh kehidupan baru (lih. Kej 8-9). 

Air itu juga mengingatkan kita kepada Laut Merah yang dilintasi oleh bangsa Israel saat dibebaskan dari perbudakan Mesir (lih. Kel 14:15-31).

Namun terutama, air itu mengingatkan kita kepada Pembaptisan kita di mana kita telah dikuburkan bersama Kristus (lih. KGK 1220) dan dibangkitkan bersama Dia dan memperoleh kehidupan baru “di dalam air dan Roh” (Yoh 3:5) sebagai anak- anak angkat Allah (lih. KGK 1265).

Menurut St. Thomas Aquinas, air “menandakan rahmat Roh Kudus…karena Roh Kudus adalah sumber yang tak kunjung kering dari mana mengalir segala karunia rahmat.”(St. Thomas Aquinas, Commentary on St. John, p. 577).

Kitab Wahyu meneguhkan hubungan antara air dan Roh Kudus dengan menggambarkan rahmat Roh Kudus sebagai suatu “sungai air kehidupan, yang jernih bagaikan kristal, yang mengalir dari tahta Allah dan tahta Anak Domba” (Why 2:1).

Kita yang sudah dibaptis, lahir oleh air dan Roh, dan pengambilan air suci mengingatkan kita akan karunia rahmat Allah yang menguduskan kita, yang kita terima di dalam Pembaptisan.

Maka tindakan mengambil air suci sebelum memasuki gereja merupakan peringatan dan pembaruan pembaptisan kita.

Juga, penggunaan air suci merupakan suatu penyegaran, yang membebaskan kita dari penindasan si jahat. St. Theresia dari Avila mengajarkan, “tidak ada suatu pun yang membuat roh-roh jahat lari tunggang langgang – tanpa memalingkan muka – kecuali air suci.” (St Theresia Avila, The Book of Her Life).

Jadi jika disimpulkan, pengambilan air suci di pintu gereja adalah untuk mengingatkan kita akan makna Pembaptisan kita (yaitu pertobatan, pengudusan, kehidupan baru di dalam Kristus dalam kesatuan dengan Allah Bapa dan Roh Kudus, dan partisipasi kita sebagai anak- anak angkat Allah di dalam misi Kristus) dan pengusiran roh-roh jahat.

Selanjutnya, kebanyakan gereja juga memiliki persediaan air suci sehingga warga paroki dapat mengambil air suci untuk dibawa pulang.

Sejumlah keluarga Katolik menyiapkan wadah air suci kecil pada pintu masuk rumah/ setiap kamar; dan olehnya keluarga diingatkan akan rahmat pembaptisan yang menguduskan dan menyelamatkan. *

*Sumber: katolisitas

Share:
Komentar

Berita Terkini