-->

Kisah Inspiratif Suster Clare Crockett yang Meninggal Saat Gempa di Ekuador

Editor: iKatolik.net author photo

Kisah Inspiratif Suster Clare Crockett yang Meninggal Saat Gempa di Ekuador

ikatolik.net
- Suster Clare Crockett merupakan seorang biarawati dengan pengalaman iman sangat luar biasa selama hidupnya. Beberapa orang mengenalnya sebagai seorang gadis pesta yang memilih jalan sunyi melayani Tuhan.

Biarawati yang akrab disapa Sr. Clare ini lahir pada 14 November 1982, di Derry, Irlandia Utara. Ia bergabung dengan Suster-Suster Hamba dari Rumah Bunda pada tanggal 11 Agustus 2001, pada usia 18 tahun. 

Selama masa hidupnya, Sr. Clare telah berkarya di banyak negara sebelum akhirnya meninggal di usianya yang masih sangat muda yaitu 34 tahun pada 16 April 2016 akibat gempa bumi di Playa Prieta, Ekuador.

Masa Muda yang Kelam

Sr. Clare dilahirkan dan dibesarkan dalam keluarga Katolik. Namun, selama masa remajanya ia tidak pernah mengunjungi gereja. Sejak kecil, dia selalu bermimpi menjadi artis terkenal dan bekerja sangat keras meraih mimpinya.

Dia merupakan seorang anak yang sangat berbakat. Selain memiliki suara yang indah, dia juga memiliki penampilan fisik yang menarik dan kepribadian yang menakjubkan.

Pada usia 15 tahun, ia bahkan telah dikontrak untuk menyelenggarakan pertunjukan bagi kaum muda di Channel 4 – salah satu Channel TV yang terbesar di Inggris – dan pada usia 17, saluran TV Amerika Nickelodeon telah berminat padanya.

Mulai Berubah Karena Tuhan Yesus

Pada usianya yang ke-17, Sr. Clare mengikuti retret Pekan Suci tahun 2000. Waktu itu, dia sebenarnya hanya ikut ke Spanyol bersama teman-temannya untuk berlibur dan bersenang-senang. Entah mengapa, dia tiba-tiba terjebak di acara ret-ret itu.

Di hari-hari pertama Pekan Suci, Clare yang masih belia menghabiskan waktunya untuk berjemur dan merokok. Semuanya sudah mulai berubah ketika seseorang menyuruhnya pergi ke kapel untuk ikut misa Jumat Agung.

Dia pergi ke kapel, tetapi dia duduk di bangku terakhir. Selama liturgi Jumat Agung, umat beriman memuja dan mencium Salib. Clare bergabung dengan mereka. 

Meskipun mencium salib adalah aksi sederhana, tapi itu adalah titik perubahan dalam hidupnya. Ketika kebaktian selesai, seorang suster menemukannya menangis dan berkata berulang kali:

“Yesus mati untukku. Dia mencintaiku! Mengapa tidak ada yang pernah mengatakan hal ini kepadaku sebelumnya?" 

Clare mengerti betapa Tuhan sangat mencintainya dan betapa banyak yang telah Tuhan lakukan untuknya. 

Dia mengerti bahwa Cinta hanya bisa dibalas dengan cinta saja, dan bahwa cinta yang Tuhan minta padanya berarti pelayanan atau sumbangsih penuh.

Berbuat Dosa Lagi dan Bertobat

Tidaklah mudah untuk mengambil langkah untuk mengubah hidupnya. Ketika dia kembali ke Irlandia, dia berpartisipasi sebagai aktris peran pembantu dalam pembuatan film “Sunday,” yang disutradarai oleh Charles McDougall. 

Dia terperangkap lagi dalam pusaran dangkal dan dosa yang ditawarkan dunia perfilman. Minum minuman keras, banyak merokok, bahkan mulai merokok ganja. 

Dalam pengakuannya, Clare mengaku telah melanjutkan hidup dengan cara yang sama dan tidak memiliki kekuatan untuk menghentikan semua hal tersebut, karena dia tidak meminta Tuhan untuk membantunya.

Namun, Tuhan bersikeras “mengejar” dia. Suatu malam, di sebuah pesta, dia mabuk berat sekali lagi. Ketika dia muntah di kamar mandi, dia merasakan bahwa Yesus berkata kepadanya, “Mengapa kamu terus menyakitiKu?”.

Kehadiran Tuhan begitu kuat sehingga dia tidak bisa mengabaikannya. Tidak lama kemudian, dia berada di kamarnya di sebuah hotel terkenal di London, membaca jadwal shooting film untuk hari berikutnya. 

Dia merasakan kekosongan hati yang begitu besar sehingga dia menyadari bahwa hidupnya tidak ada artinya jika dia tidak memberikannya kepada Yesus Kristus. 

Baik permintaan keluarganya, maupun janji-janji manajernya tidak bisa menghentikan niatnya untuk memberikan hidup pada Yesus. Ia secara resmi menjadi seorang biarawati pada 11 Agustus 2001.

Gempa Bumi Merenggut Nyawa Sr. Clare

Setelah beberapa waktu lamanya menjadi biarawati, Sr. Clare yang dilahirkan kembali menjadi pelayan Kristus menjalankan tugas misinya dengan semangat luar biasa. 

Dengan bakat dan talentanya, dia mewartakan suka cita Injil ke beberapa negara di benua yang berbeda-beda. Ia menjadi sangat dekat dengan orang miskin dan kelompok-kelompok tidak berdaya.

Karena itu pula ia harus memberi nyawanya untuk melayani Tuhan. Pada 16 April 2016, Sr. Clare bersama lima aspiran muda lainnya meninggal setelah sekolah mereka runtuh akibat gempa bumi yang dasyat di Ekuador.

Anehnya, mereka berbicara tentang kematian saat makan siang hari itu juga. Sangat yakin, Sr.Clare berkata, “Mengapa aku harus takut akan kematian, jika aku akan pergi dengan Dia yang aku rindukan untuk bersama sepanjang hidupku?”

Kabar duka tentang kepergian Sr. Clare menyebar begitu cepat di media massa di seluruh dunia. Banyak orang mendoakannya karena telah memutuskan untuk kembali kepada Tuhan dan menghidupkan iman yang lebih besar.

Selepas kepergiannya, kisah hidup Sr. Clare diabadikan dalam sebuah film berjudul: All or Nothing: Sr. Clare Crockett.*

Share:
Komentar

Berita Terkini