-->

Kelompok Militan Menghancurkan Gereja di Patagonia Argentina

Editor: iKatolik.net author photo

Kelompok Militan Menghancurkan Gereja di Patagonia Argentina
Foto: SS

ikatolik.net
- Sekelompok militan menyerang gereja Katolik di Argentina beberapa waktu lalu. Mereka memukuli pastor, menodai Ekaristi, dan merusak bagian dalam gereja. 

Atas kejadian tersebut, ada setidaknya lima orang yang berhasil ditangkap sebagai tersangka.

Serangan itu terjadi di Paroki Our Lady of Luján, yang terletak di kota El Bolsón di wilayah Patagonia Argentina dekat perbatasan Chili.

Para militan adalah aktivis Mapuche. Mapuche adalah penduduk asli yang mendiami Chili tengah-selatan dan barat daya Argentina, termasuk sebagian Patagonia. 

Dalam beberapa tahun terakhir, militan menggunakan kekerasan atas sengketa tanah, terutama yang menargetkan gereja-gereja Katolik.

Para pengacau itu memukul pastor paroki, biarawan Fransiskan Pastor Ricardo Cittadini, dan sempat menyandera para Fransiskan lainnya, memecahkan patung suci, dan membalikkan bangku gereja.

Kerusakan Gereja yang Sangat Parah


Sebuah video yang dikirim oleh seorang Katolik setempat ke ACI Prensa, mitra berita berbahasa Spanyol CNA, menunjukkan kerusakan yang ditimbulkan pada Gereja.

Video tersebut menunjukkan patung-patung orang suci dan salib dihancurkan, bangku-bangku rusak, dan tabernakel gereja dibuka, dengan piala dan ciborium dilemparkan ke tanah.

Menurut kantor berita AICA, dua wanita memasuki gereja tersebut setelah meminta untuk menggunakan kamar kecil. 

Mereka kemudian membukakan pintu bagi beberapa militan lagi, yang mengejutkan dan menyerang pastor dan anggota komunitas lainnya.

Sebelum melarikan diri, para militan menggantungkan bendera Argentina yang diwarnai dengan cat merah di salah satu jendela.

Konflik Tanah yang Hendak Digusur

AICA melaporkan bahwa serangan itu terkait dengan putusan penggusuran yang memerintahkan kelompok Mapuche Winkul Lafken Mapu dari tanah yang mereka tempati di kota Villa Mascardi, yang terletak sekitar 20 mil barat daya Bariloche.

Tanah tersebut dimiliki oleh Keuskupan San Isidro. Pelaksanaan perintah penggusuran telah ditunda atas permintaan keuskupan, sampai tindakan pengamanan dapat diberlakukan bagi mereka yang diusir dan untuk polisi yang dituduh melaksanakan perintah tersebut.

Keuskupan Bariloche mengeluarkan pernyataan yang menyayangkan aksi penodaan gereja tersebut dan menyerukan solidaritas bagi para penghuni gereja.

“Kekerasan dalam bentuk apapun, baik tentang klaim (tanah) atau sebagai tanggapan terhadapnya, tidak pernah, juga tidak akan pernah menjadi solusi, melainkan memperburuk konflik yang ada" ungkap Uskup Bariloche, Mgr Juan José Chaparro.

"Korban pertama kekerasan adalah perdamaian dan keharmonisan antar manusia,” kata Uskup.

Pemerinta Diminta Ikut Bertanggungjawab

Uskup Juan menekankan tentang perlunya rasa saling menghormati antar kedua belah pihak, terutama bahwa keuskupan setempat telah melakukan dialog terus menerus soal masalah yang sedang terjadi.

Dia pun menekankan bahwa pemerintah harus bertanggungjawab dan harus mampu menemukan solusi terbaik atas masalah antara Keuskupan dengan klaim masyarakat asli seperti Mapuches.

"Sudah lama keengganan pemerintah nasional untuk memenuhi tanggung jawab ini yang menjadi alasan utama konflik tumbuh dan semakin intensif setiap hari," ungkapnya.

"Dari iman kami, kami memohon kepada Tuhan, Bapa kami, untuk menginspirasi kami semua agar tetap terus mengutamakan keadilan dan perdamaian" tutupnya. (CNA)

Share:
Komentar

Berita Terkini