Ibu Pelaku Penyerangan Gereja di Prancis Menangis Histeris

Editor: iKatolik.net author photo

Ibu Pelaku Penyerangan Gereja di Prancis Menangis Histeris
Foto: AP/Mehdi El Arem

ikatolik.net
- Sebuah stasiun televisi milik Arab Saudi, Al Arabiya melakukan wawancara dengan ibu pelaku teror di sebuah gereja di Prancis yang terjadi pada Jumat (30/20/2020) lalu.

Wanita itu sangat terkejut dan menangis atas peristiwa tersebut. Dari Provinsi Sfax, Tunisia ibu pelaku, Gamra berlinang air mata saat mengetahui apa yang dilakukan putranya di Prancis.

"Kamu tidak bisa bahasa Perancis, kamu tidak kenal siapa pun di sana, kamu bakal tinggal sendirian di sana. Kenapa, kenapa kamu pergi ke sana?" tanya wanita itu kepada anaknya via telepon sebelum kejadian penyerangan terjadi.

Baca Juga: Serangan Teroris di Prancis, Penjaga Gereja Digorok dengan Pisau

Pengakuan Sang Kakak

Sementara itu, kakak pelaku mengatakan bahwa Ibrahim Issaoui sempat mengabarkan keluarganya dan mengatakan bahwa dirinya akan tidur di depan gereja serta sempat mengirim foto tempat serangan.

"Dia tidak bilang apa pun padaku," ujar kakak melansir Al Arabiya.

Menurut para tetangga keluarga pelaku, Ibrahim Issaoui adalah seorang mekanik yang kerja serabutan dan tidak ada tanda-tanda dia teradikalisasi. 

Jaksa kontra-terorisme Perancis Jean-Francois Ricard mengatakan bahwa pelaku adalah seorang Tunisia yang lahir tahun 1999.

Ia tiba di Pulau Lampedusa, Italia, titik pendaratan utama bagi para migran yang menyeberang menggunakan kapal dari Afrika Utara pada 20 September 2020.

Baca Juga: Paus Fransiskus Berdoa Secara Khusus Bagi Korban Serangan di Prancis

Ratusan Migran Tiba Selama Pandemi

Dari sana, Issaoui melakukan perjalanan ke Bari, sebuah kota pelabuhan di Italia Selatan pada 9 Oktober. Tidak jelas kapan dia tiba di Kota Nice. 

Warga Tunisia yang melarikan diri dari tekanan ekonomi selama wabah virus corona merupakan kontingen migran terbesar yang mendarat di Italia tahun ini. 

Media Italia melaporkan bahwa dari Lampedusa, di mana Issaoui adalah salah satu dari 1.300 migran yang tiba pada 20 September, dia ditempatkan bersama 800 orang lainnya di kapal karantina virus di Puglia. 

Menteri dalam negeri Italia pada Jumat mengonfirmasi bahwa Issaoui diperintahkan untuk meninggalkan Italia pada 9 Oktober.

Baca Juga: Dalamnya Makna Tanda Salib Bagi Orang Katolik

Profil Pelaku Teror

Sampai hari ini, pelaku penyerangan dengan pisau yang menewaskan tiga orang di Gereja Notre-Dame kota Nice, Perancis, dikabarkan terluka parah. 

Melansir Associated Press (AP), Jumat (30/10/2020), menurut pihak berwenang Perancis, Ibrahim Issaoui (21).

Media lain ada yang menyebut Brahim Assaoui, pelaku teror yang membunuh tiga korban di gereja, terluka parah dan dirawat di rumah sakit dengan kondisi yang mengancam jiwa. 

Otoritas Perancis menyebut serangan itu sebagai "terorisme Islam" dan jaksa di Perancis juga di Tunisia, negara asal pelaku penyerangan, sedang melakukan penyelidikan.

Share:
Komentar

Berita Terkini