50 Orang Dipenggal di Mozambik, Badan Amal Katolik Kirim Bantuan

Editor: iKatolik.net author photo

50 Orang Dipenggal di Mozambik, Badan Amal Katolik Kirim Bantuan
Foto: All Africa

ikatolik.net
- Peristiwa pemenggalan massal terhadap lebih dari 50 orang di Mozambik Utara membuat sebuah badan amal Katolik langsung mengirim bantuan darurat ke keuskupan terdampak.

Laporan media lokal menyebutkan bahwa aksi keji itu dilakukan oleh kelompok militan yang terkait dengan ISIS. 

Pembantaian massal itu sendiri dikabarkan dilakukan di sebuah lapangan sepak bola di Desa Muidumbe, Provinsi Cabo Delgado, Mozambik.

PBB Turun Tangan

Menanggapi peristiwa tersebut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Selasa (10/11/2020) meminta pemerintah Mozambik untuk menyelidiki laporan pembantaian dan pemenggalan kepala perempuan dan anak-anak di negara itu.

Kekerasan yang didalangi oleh kelompok ekstremis sendiri mengalami peningkatan selama tahun 2020. 

Ada begitu banyak gereja dibakar, orang-orang dipenggal, gadis-gadis muda diculik, dan ratusan ribu orang mengungsi akibat kekerasan tersebut.

Pembantaian Tanpa Belas Kasihan

“Sepertinya mereka berusaha untuk mengusir seluruh penduduk di bagian utara provinsi Cabo Delgado, mengusir orang-orang biasa tanpa sedikitpun rasa belas kasihan,” kata Suster Blanca Nubia Zapata.

Suster Blanca sendiri merupakan seorang suster yang berkarya di Mozambik, keterang tersebut disampaikannya kepada Catholic Charity Aid kepada Gereja yang Membutuhkan (ACN).

“Lebih dari 12.000 orang telah tiba di sini dalam dua minggu terakhir. Kami tidak bisa mengikuti. Wanita dan anak-anak berdatangan, dan orang tua yang telah berjalan selama berhari-hari. Ada yang meninggal di jalan, di jalan raya dan di trek hutan,” kata Suster Zapata melansir CNA.

Bantuan dari ACN

ACN telah mengumumkan bahwa mereka mengirimkan 100.000 euro (sekitar $ 118.000) bantuan darurat ke Mozambik menyusul berita pemenggalan terakhir. 

Bantuan ini meliputi selimut, pakaian, makanan, dan produk kebersihan dasar untuk para pengungsi di Mozambik, serta konseling bagi korban trauma.

“Kami ingin membantu Keuskupan Pemba dan keuskupan tetangga dengan bantuan darurat bagi para korban Cabo Delgado" ungkap Regina Lynch, kepala ACN Internasional.

Uskup Turun Tangan

Pemba adalah ibu kota provinsi Cabo Delgado. Uskup setempat Luiz Fernando Lisboa telah menjadi pengacara bagi 300.000 orang yang telah terlantar akibat pemberontakan.

Berdasarkan data yang disampaikan  Center for Strategic and International Studies (CSIS) ada lebih dari 1.000 orang telah tewas dalam serangan di Mozambik utara sejak 2017.

Beberapa dari serangan ini telah diklaim oleh ISIS, sementara yang lain dilakukan oleh kelompok Ahlu Sunna Wal, yang telah menculik pria dan wanita.

Serangan Selama Pekan Suci

Selama Pekan Suci tahun ini, pemberontak melakukan serangan di tujuh kota dan desa di provinsi Cabo Delgado dan membakar sebuah gereja pada Jumat Agung.

Menurut keterangan Uskup Lisboa, kelompok ekstremis ini telah membunuh setidaknya 52 orang muda yang menolak untuk bergabung dengan kelompok teroris itu.

Uskup Pemba mencatat pada bulan April bahwa para ekstremis telah membakar lima hingga enam kapel lokal, serta beberapa masjid. 

Pada bulan Juni, ada laporan bahwa pemberontak telah memenggal 15 orang dalam seminggu. 

Namun uskup itu mengatakan bahwa krisis di Mozambik sebagian besar telah ditanggapi dengan "ketidakpedulian" dari seluruh dunia.

Share:
Komentar

Berita Terkini