4 Pelajaran dari Kesaksian Yesus tentang Doa Menurut Paus Fransiskus

Editor: iKatolik.net author photo

4 Pelajaran dari Kesaksian Yesus tentang Doa Menurut Paus Fransiskus
Foto: Vatican News

ikatolik.net
- Paus Fransiskus dalam audiensi mingguannya menyebutkan bahwa Yesus menunjukkan kepada kita bahwa kita harus berdoa lebih awal, sering, dan dalam keheningan, agar kita dapat mengatur hidup kita dengan benar.

Sebelum memulai audiensi tersebut, Bapa Suci menerangkan betapa sayangnya acara tersebut karena harus diadakan di Perpustakaan Apostolik Vatikan tanpa kehadiran umat beriman.

Dia menyebutnya sebagai pengingat akan pentingnya menghormati arahan yang ditetapkan oleh otoritas politik dan kesehatan.

Dia juga mengajak semua orang untuk berdoa bagi mereka yang sakit Covid-19 dan untuk tenaga medis yang bekerja keras untuk merawat mereka.

Realitas Misterius

Paus kemudian melanjutkan katekese tentang teladan doa Yesus.

“Doa Yesus adalah realitas misterius, yang mana kita hanya merasakan sesuatu, tetapi memungkinkan kita untuk menafsirkan seluruh misi-Nya dari perspektif yang benar.”

Yesus, tambah Paus, sering membenamkan diri-Nya dalam keintiman dengan Allah Bapa, dalam Cinta setiap jiwa yang haus.

Kemudi yang memandu jalan-Nya

Paus Fransiskus memfokuskan renungannya pada sebuah bagian dalam Injil Markus (1: 32,34-38), di mana Yesus menyembuhkan banyak orang sakit pada suatu malam sebelum bangun pagi untuk berdoa di tempat terpencil sendirian.

Setelah murid-murid menemukan Yesus dan mengatakan bahwa seluruh penduduk desa Kapernaum sedang mencari-Nya, Yesus menyatakan bahwa Dia harus berkhotbah ke kota-kota lain juga.

Peristiwa ini menurutnya berarti bahwa Yesus membiarkan Bapa membimbing jalan-Nya, dan bukan keinginan dan pujian orang lain.

Berikut empat pelajaran dari kesaksian Yesus tentang doa:

1. Pagi hari

Yesus, kata Paus Fransiskus, mengajari kita di atas segalanya bahwa doa harus menjadi keinginan pertama setiap hari.

“Sehari hidup tanpa doa berisiko berubah menjadi pengalaman yang menjengkelkan atau membosankan: semua yang terjadi pada kita bisa berubah menjadi nasib buruk dan buta.”

Namun, Yesus menunjukkan perlunya menjadi taat dan mendengarkan, karena doa pertama-tama adalah perjumpaan dengan Tuhan.

“Maka, masalah kehidupan sehari-hari jangan menjadi halangan, tetapi himbauan dari Tuhan sendiri untuk mendengarkan dan menemui mereka yang ada di depan kita” ungkapnya.

2. Kegigihan

Pelajaran kedua menurut Bapa Suci adalah Yesus mengajarkan kita bahwa doa merupakan seni yang harus dipraktekkan dengan desakan.

Meskipun siapa pun dapat berdoa secara sporadis, Yesus mengingatkan kita bahwa berdoa membutuhkan disiplin, latihan, dan upaya terus-menerus.

“Doa yang konsisten menghasilkan transformasi yang progresif, membuat kita kuat di saat kesusahan, memberi kita rahmat untuk didukung oleh Dia yang mencintai kita dan selalu melindungi kita” ujarnya.

3. Soliter dan diam

Pelajaran ketiga menurut Paus Fransiskus adalah doa Yesus selalu menyendiri. Mereka yang berdoa tidak melarikan diri dari dunia, tetapi lebih memilih tempat-tempat sepi.

Dalam keheningan doa, kata Paus, keinginan dan kebenaran terdalam kita muncul ke dalam terang. Namun yang terpenting, tambahnya, keheningan adalah tempat Tuhan berbicara. 

"Setiap orang membutuhkan ruang untuk dirinya sendiri, untuk dapat mengembangkan kehidupan batin, di mana tindakan menemukan makna" ungkap Paus.

4. Ke sana kemari dalam Tuhan

Terakhir, kata Paus Fransiskus, doa yang diajarkan Yesus adalah tempat di mana kita menemukan bahwa segala sesuatu berasal dari Tuhan dan kembali kepada-Nya.

Dia mencatat bahwa doa membantu kita menemukan kembali dimensi yang benar dalam hubungan kita dengan Allah, Bapa kita, dan dengan semua ciptaan.

Damai dan sukacita, pungkas Paus, adalah apa yang akan kita temukan jika kita mengikuti teladan doa Yesus.

Share:
Komentar

Berita Terkini