-->

Teguh akan Iman Melalui Kisah Hidup St. Agatha

Editor: iKatolik.net author photo

Teguh Akan Iman Melalui Kisah Hidup St. Agatha
Foto: komsoskam.com

ikatolik.net
- Santa Agatha merupakan orang kudus yang lahir di Sisilia sekitar tahun 231 SM. Beliau seorang putri dari bangsawan yang terkenal pada masa itu. 

Ia seorang gadis cantik yang dikagumi banyak orang, walaupun dia banyak dikagumi orang namun dia tidak sombong. 

Santa  Agatha mencintai orang-orang miskin, suka menolong orang yang membutuhkan dan gadis yang sopan. Banyak pria yang jatuh hati padanya namun ia telah memutuskan untuk hidup tanpa menikah bagi Tuhan.

Baca Juga: Berdoalah, Sebab Doa itu Akar dari Segala Tindakan

Mukjizat Tuhan atas St. Agatha

Peristiwa mengenaskan yang dialami Santa Agatha ialah buah dadanya yang ditebas oleh Quantianus seorang walikota Sisilia yang memberantas orang-orang Katolik. 

Namun, mukzijat Tuhan itu nyata, Santa Agatha sembuh dari luka itu yang membuat para prajurit serta walikota ketakutan. 

Melihat hal tersebut sang walikota mengambil tindakan yang sadis, dimana Santa Agatha dibakar hidup-hidup yang disaksikan oleh orang banyak. 

Setelah tubuhnya habis terbakar, Santa Agatha akhirnya dapat bertemu dengan Tuhan dengan tenang. Lalu terjadi gempa yang sangat dahsyat di Sisilia akibat kematian Santa Agatha.

Baca Juga: Gereja Dibakar, Pastor Paroki di Santiago Larang Umat Balas Dendam

Santa Pelindung Penderita Kanker

Santa Agatha dihormati dan dijadikan sebagai pelindung para penderita kanker payudara. Ia juga dipercaya dapat mengontrol letusan gunung berapi di Sisilia sehingga ia menjadi pelindung manusia dari bencana yang berkaitan dengan api.

St. Agatha telah memberikan teladan bahwa semua hal itu butuh pengorbanan. Percaya dan tidak takut merupakan hal yang utama dalam mengikut Kristus. 

Hal duniawi tak dapat mengalahkan kasih Tuhan. Tuhan tidak akan meninggalkan umatnya yang percaya padanya.

Baca Juga: 5 Alasan Mengapa Protestan Tidak Membuat Tanda Salib Saat Berdoa

Teladan Hidup Santa Agatha

Dari kisah Santa Agatha kita dapat merasakan kesedihan dan juga rasa takjub. Sedih akan penderitaan yang ia alami dan takjub akan iman yang tetap ia pertahankan. 

Jika kita berada dalam posisi tersebut mungkin saja kita tidak tahan sehingga pertahanan iman kita goyah. Hal yang selalu diandalkan Santa Agatha ialah kekuatan doa.

 “Yesus, Tuhanku, Engkau melihat hatiku, Engkau melihat keinginanku sekarang aku takut, Yesus Engkaulah yang memiliki tubuh dan jiwaku. Lihatlah Yesus, tolonglah aku tuk menang” itulah doa yang dipanjatkannya. 

Baca Juga: Kisah Suster Maria Laura yang Memaafkan Pembunuhnya Sebelum Meninggal

Pelajaran Selama Masa Pandemi

Saat ini kita dihadapi dengan wabah Covid 19 yang menyebar ke seluruh negara. Hal ini merupakan tantangan bagi kita untuk tetap bertahan secara jasmani maupun rohani. 

Banyak perubahan yang terjadi dan kita harus beradaptasi dengan keadaan dan mengikuti aturan. Wabah ini memang berabahaya namun tidak sebanding dengan apa yang dialami oleh Santa Agatha. 

Santa Agatha dapat melalui penderitaannya karena ia patuh dan percaya kepada Tuhan. Sebaliknya mari kita patuh dan percaya kepada peraturan dan pemerintah agar masalah pendemi ini dapat kita lewati dan kita bisa beraktivitas secara sedia kala. 

Tanamkanlah jiwa pendoa Santa Agatha diri kita.

Oleh: Novensia Bunga Virginie Hutajulu 

(Mahasiswa Faktultas Keperawatan UNAIR, Surabaya)

Share:
Komentar

Berita Terkini