Sekolah Ditembak, Uskup Kamerun Minta Korban Didoakan

Editor: iKatolik.net author photo

Sekolah Ditembak, Uskup Kamerun Minta Korban Didoakan
Uskup Agapitus Nfon

ikatolik.net
- Uskup Agapitus Nfon angkat suara setelah orang-orang bersenjata membunuh setidaknya enam anak di sebuah sekolah swasta di Kumba, Kamerun beberapa hari lalu.

Uskup Agapitus juga menyerukan kepada pemerintah untuk menemukan solusi yang tepat untuk masalah tersebut dan mengajak umat Katolik berdoa bagi korban.

Selain itu, seruannya juga akan diwujudkan melalui doa bersama pada hari Jumat mendatang di Katedral Hati Kudus di Fiango Kumba, Kamerun.

Doa ini menurutnya bertujuan untuk meminta penghiburan Tuhan atas orang tua dan keluarga serta wali mereka, dan untuk semua murid dan siswa yang trauma.

Uskup Agapitus menyebutkan bahwa semua orang yang tengah bersedih karena peristiwa tersebut telah menjadikan Tuhan sebagai satu-satunya sumber harapan.

“Marilah kita berpaling kepada-Nya dalam keputusasaan kita dan dengan penuh doa menangis kepada-Nya untuk datang membantu kita," ungkap Uskup Agapitus melansir Vatican News.

Serangan hebat

“Karena tindakan biadab ini, rakyat Kumba meratap, seluruh Keuskupan Kumba berduka cita, hati kami telah hancur karena anak-anak kami yang tidak bersalah tidak ada lagi,” keluh Uskup. 

“Kami menangis dan bertanya mengapa anak-anak kami dibunuh? Apa yang mereka lakukan salah? Apakah karena mereka bersekolah? ”

Uskup juga mengingat serangan sebelumnya pada Mei 2020 ketika seorang wanita hamil dan beberapa anak dibunuh di Ngarbuh, di Keuskupan Kumbo.

Dia membandingkan kematian yang mengerikan dengan pembantaian bayi yang diperintahkan oleh Raja Herodes dan suara Rahel dalam nubuatan Yeremia (Yer 31:15), meratapi dengan pedih atas anak-anaknya karena mereka tidak lebih.

"Apakah Ngarbuh tidak cukup? Berapa banyak darah anak-anak kita yang perlu dicurahkan sebelum sesuatu yang konkret dan segera dilakukan?” ungkapnya.

Banding kepada pemerintah

Uskup Nfon meminta pemerintah dan badan-badan internasional untuk mencari solusi yang tepat untuk masalah ini yang akan memulihkan keadilan dan perdamaian.

Mengutuk serangan hari Sabtu, Uskup mencatat bahwa serangan itu terjadi hampir lima bulan setelah pembantaian Ngarbuh yang menuai kecaman dari banyak pihak.

Kerusuhan bertahun-tahun

Sejak 2016, sebagian wilayah Kamerun dilanda kerusuhan sejak kelompok Anglophone mulai menyerukan kemerdekaan mereka.

Beberapa sekolah di Kamerun baru-baru ini dibuka kembali setelah ditutup selama empat tahun, karena perjuangan separatis untuk sebuah negara merdeka yang mereka ingin dikenal sebagai Ambazonia terus berlanjut.

Saat ini, pihak berwenang belum dapat mengidentifikasi para penyerang, dan mereka juga tidak dapat memastikan alasan mengapa sekolah tersebut menjadi sasaran.

Share:
Komentar

Berita Terkini