-->

Polisi Serang Posko Medis, Ketua PMKRI: Copot Kapolres Surabaya

Editor: iKatolik.net author photo


iKatolik.net - Tindakan represif anggota kepolisian terhadap relawan kesehatan selama demo tolak UU Omnibus Law menuai kecaman keras Ketua PMKRI Cabang Surabaya, Mario Tawurutubun.

Polisi Serang Posko Medis, Ketua PMKRI: Copot Kapolres Surabaya
Christian Rerebulan (20) mendapat perawatan usai dipukul polisi yang menyerang sekretariat PMKRI Cabang Surabaya (Foto: Dok. PMKRI)

Hal ini dikarenakan polisi menyerang posko medis yang bermarkas di Sekretariat PMKRI di Jalan Taman Simpang No. 4 Surabaya dan menangkap setidaknya 16 relawan dan peserta aksi yang sedang mendapat perawatan medis.

Kejadian bermula ketika aksi demonstrasi di depan Gedung Negara Grahadi pada Kamis (8/10/2020) mulai ricuh sekitar Pukul 17.00 WIB.

Posko medis yang terletak tidak jauh dari lokasi kejadian menjadi sasaran amuk anggota kepolisian saat mengejar peserta aksi.

Tanpa toleransi, sejumlah anggota kepolisian langsung menyerang masuk dan menghancurkan kursi sekretariat. Salah satu anggota PMKRI yang menjadi relawan pun dipukuli hingga mengalami luka serius di rahang bagian bawah.

"Saya sedang berusaha mencegah aparat untuk masuk namun mereka bertindak kasar dan memukuli anggota kami", terang Mario.

Christian Rerebulan (20), kader PMKRI yang dipukuli langsung dilarikan ke Rumah Sakit Gotong Royong dan harus mendapat enam jahitan akibat pukulan benda tumpul.

Mario Tawurutubun pun menyayangkan tindakan tidak terpuji aparat kepolisian tersebut dan meminta agar Kapolrestabes Surabaya dicopot karena lalai menjalankan tugas.

"Kaporestabes Surabaya harus dicopot. Dia telah lalai menjalankan tugas sebagai pengayom masyarakat termasuk dalam kondisi genting seperti sekarang ini" terang Mario.

Sementara itu, Kapolrestabes Surabaya Komisaris Besar Polisi Jhony Edison Isir membantah tindakan aparat kepolisian tersebut. 

Kepada sejumlah media, Jhony mengatakan bahwa anggotanya sama sekali tidak menghampiri posko medis di Sekretariat PMKRI.

Ketua PMKRI Cabang Surabaya lantas menyayangkan pernyataan tidak bertanggungjawab Kapolrestabes tersebut. 

Menurutnya, Jhony sedang mencuci tangan dan menutupi ketidakmampuannya sebagai Kapolrestabes.

Share:
Komentar

Berita Terkini